Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten memberikan pelatihan pemantauan status gizi balita melalui metode pengukuran antropometri yang tepat kepada 221 orang kader posyandu dan perwakilan PKK kecamatan di darah itu.
“Para peserta mendapatkan penyegaran materi terkait teknik pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, serta cara menilai status gizi berdasarkan data antropometri tersebut,” Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Kamis.
Menurutnya, pelatihan ini penting untuk memastikan proses surveilans gizi di lapangan berjalan optimal. Apalagi kader adalah petugas posyandu yang melakukan pemeriksaan secara rutin kepada anak-anak di Kota Tangerang.
“Dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat, kader posyandu dan PKK dapat lebih cepat mendeteksi gangguan pertumbuhan pada balita, sehingga intervensi gizi dapat segera dilakukan secara tepat dan berkualitas,” katanya.
Baca juga: Kader dari 16 posyandu dilatih keterampilan pantau tumbuh kembang balita
Selain kader posyandu dan PKK, kegiatan penguatan surveilans gizi ini juga telah dilaksanakan untuk petugas puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah Kota Tangerang.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, pemantauan pertumbuhan balita di tingkat masyarakat akan semakin akurat dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Kota Tangerang dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Kegiatan ini berlangsung secara bertahap sejak September hingga Oktober 2025. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Serang optimalkan posyandu untuk enam bidang layanan masyarakat
