Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten meminta masyarakat di daerah itu untuk membantu mensukseskan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna meningkatkan Angka Pendidikan Sekolah (APS).
"Kita berharap masyarakat dapat mensukseskan lembaga PAUD untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 itu," kata Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini NonFormal dan Informal (PAUDNI) Dinas Pendidikan Yunira Saktiana di Lebak, Senin.
Selama ini, pencapaian APS pada jenjang lembaga PAUD di Kabupaten Lebak sekitar 52,05 persen, termasuk pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
Pencapaian angka tersebut masih dinilai rendah, karena anak yang masuk PAUD tercatat sebanyak 32 ribu dari target 75 ribu anak usia dini (3-6 tahun).
Baca juga: Bupati Serang sebut PAUD jadi titik awal wujudkan SDM unggul
Penyebab rendahnya anak usia dini masuk ke lembaga PAUD, akibat kekurangan kesadaran masyarakat setempat.
Padahal, lembaga PAUD itu salah satu kewajiban pendidikan selama 13 tahun setelah SD 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun.
Oleh karena itu, pihaknya berkolaborasi dengan kemitraan, seperti Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak - Kanak Indonesia (IGTKI) juga Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Lebak mensosialisasikan kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi itu dapat menyadarkan masyarakat yang memiliki anak usia dini dapat menerima pendidikan pada lembaga PAUD itu.
"Kami berharap seluruh anak bisa menerima pendidikan usia dini guna mempersiapkan pondasi kemandirian," katanya menjelaskan.
Baca juga: Pemkot Tangerang fasilitasi tenaga pendidik PAUD raih gelar sarjana
Menurut dia, saat ini, lembaga PAUD di Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang hingga tercatat 846 unit terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Belajar (Kober), Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Taman Penitipan Anak (TPA) dengan siswa kurang lebih 32 ribu anak dan tenaga pengajar 2.700 guru.
Sedangkan, kata dia, guru yang belum menyandang sarjana kependidikan PAUD mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Pusat.
Karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas PAUD dengan mengoptimalkan pelatihan-pelatihan, pembinaan, bimbingan teknis, hingga workshop.
Pihaknya tahun ini bersama Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lebak telah mengajukan bimtek untuk guru pendamping anak- anak inklusif kepada Pemprov Banten.
Sebab, anak inklusif atau lambat berbicara cukup banyak, sehingga perlu adanya penanganan khusus.
"Kami berharap Bimtek pendamping khusus anak inklusif bisa direalisasikan," katanya menjelaskan.
Baca juga: Disdik Kota Tangerang libatkan Bunda PAUD wujudkan wajib belajar 13 tahun
Ia menyebutkan, lembaga PAUD itu mendapatkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Rp650 ribu per anak dan rata-rata per sekolah sebanyak 15 anak.
Bila dikalkulasikan BOSP itu dengan rata-rata relatif kecil hingga Rp9 juta per tahun dan boleh pengelola PAUD meminta partisipasi dari orang tua siswa.
"Kita sangat penting pendidikan usia dini, karena sebagai pondasi kemandirian anak sendiri," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Yayah, warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan tiga orang anaknya yang kini duduk di bangku SD dan SMP itu masuk sekolah PAUD dan hasilnya relatif baik untuk belajar lebih bersemangat.
"Kami sangat terbantu sekolah PAUD, karena semua anaknya berprestasi dalam akademik di sekolah," katanya.
Baca juga: Hari ini Pemkot Tangerang belum terapkan belajar jarak jauh
