Tangerang (ANTARA) - Jennifer Hendra selaku Executive Director Siloam Hospitals Lippo Village mengatakan keberhasilan layanan jantung tidak hanya ditentukan oleh teknologi modern, tetapi juga dedikasi para dokter, perawat dan kepercayaan pasien.
“Hari Jantung Sedunia menjadi momen refleksi bahwa kesehatan jantung adalah investasi hidup. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan jantung yang holistik, inovatif, dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia,” ujar Jennifer dalam keterangannya di Tangerang , Banten, Senin.
Sebagai salah satu cardiovascular center, kata Jennifer, Siloam Hospitals Lippo Village setiap tahunnya menangani lebih dari 1.500 prosedur kateterisasi jantung, 800 tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan 200 operasi bedah jantung termasuk operasi kompleks seperti aorta surgery.
Baca juga: Perki ajak masyarakat tingkatkan kesadaran cegah penyakit jantung
Dengan teknologi mutakhir dan tim multidisiplin, Siloam Hospitals Lippo Village menyediakan layanan jantung terpadu meliputi Kateterisasi diagnostik & intervensi, bedah toraks & kardiovaskular kompleks, Penanganan gagal jantung & aritmia hingga rehabilitasi & pencegahan penyakit jantung.
"Kami juga oleh tim medis berpengalaman yang terdiri dari 10 Dokter Kardiologi Intervensi, Dokter Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Aritmia, Dokter Jantung & Pembuluh Darah, dan dokter spesialis lainnya," katanya.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Ade Meidian Ambari mengatakan penyakit kardiovaskular (CVD) masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia dengan lebih dari 20,5 juta kematian pada tahun 2021, meningkat 60 persen dibandingkan tahun 1990. "Sekitar 85 persen kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan stroke," katanya.
Baca juga: Catat, diet anti peradangan kurangi risiko penyakit jantung
Maka itu, PERKI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.
"Jangan abaikan gejala nyeri dada, sesak napas, atau kaki bengkak. PERKI mengajak masyarakat untuk deteksi dini, mengendalikan faktor risiko, dan menjaga pola hidup sehat," ujarnya.
Ia juga mengatakan Indonesia kini memiliki kemajuan teknologi dan sistem penanganan penyakit jantung pembuluh darah yang diakui dunia melalui kerjasama dengan berbagai institusi di Amerika, Eropa, dan Asia.
"PERKI berkomitmen memperkuat tata laksana serangan jantung akut agar pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat," ujarnya.
Baca juga: Sachrudin: RSUD Tangerang telah dilengkapi layanan jantung dan stroke
