Lebak (ANTARA) - Omzet pelaku ekonomi kreatif produksi bambu di Kabupaten Lebak, Banten meningkat selama Natal dan Tahun Baru 2026, karena banyak permintaan konsumen.
Kholil (40) seorang pelaku ekonomi kreatif bambu warga Curugbitung Kabupaten Lebak, Jumat, mengatakan sejak sepekan terakhir omzet penjualan meningkat selama Natal dan tahun baru hingga Rp8 juta dibandingkan hari-hari biasa sekitar Rp1 juta.
Produksi aneka kerajinan bambu itu di antaranya membuat baki atau tampan untuk tempat buah-buahan, makanan, minuman air mineral, tisu, kipas angin, tempat nasi, keranjang parcel, boboko, lampion, asbak rokok, miniatur perahu finisi, miniatur sepeda motor moge dan miniatur gudang leuit.
"Semua produk itu bahan bakunya dari bambu," kata Kholil.
Baca juga: Jalin kemitraan dengan Alfamidi, UMKM catatkan pendapatan signifikan
Menurut dia, produk ekonomi kreatif bambu tersebut dijual bervariasi tergantung mutu dan kualitas barangnya, namun rata-rata mulai Rp15 ribu hingga Rp450 ribu.
Pihaknya memproduksi aneka kerajinan bambu itu menggunakan peralatan tradisional, sehingga kualitasnya cukup baik.
Selama ini, kata dia, produksi ekonomi kreatif bambu di wilayahnya di Curugbitung menjadikan andalan ekonomi masyarakat setempat.
"Kami mengembangkan usaha kerajinan bambu itu selama empat tahun dan bisa menghidupi keluarga," kata Kholil sambil menyatakan dirinya kerap diikutkan pameran.
Baca juga: OJK Banten perluas akses pembiayaan UMKM lewat regulasi terbaru
Perajin lainnya, Yusuf (35) mengaku saat ini permintaan produk kerajinan bambu meningkat hingga mencapai Rp7,5 juta selama Natal dan tahun baru dari sebelumnya sekitar Rp1 juta.
Meningkatnya omzet tentu bisa membantu pendapatan ekonomi keluarga, terlebih dirinya difabel akibat ditabrak sepeda motor, sehingga kaki bagian kiri mengalami kecacatan.
"Kami menggeluti kerajinan bambu sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir dan dibina oleh pemerintah daerah untuk membentuk kemandirian masyarakat agar kreatif dan inovatif," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah setiap tahun menyelenggarakan pelatihan aneka kerajinan bambu agar masyarakat memiliki ketrampilan dan kemandirian hidup juga dapat mewujudkan ekonomi kreatif sehingga bisa mengendalikan kemiskinan.
"Kami mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan ekonomi kreatif untuk memproduksi aneka kerajinan bambu agar mereka dapat membangkitkan ekonomi masyarakat," katanya.
Baca juga: Transaksi produk UMKM di Festival budaya Tangerang tembus Rp287 juta
