Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Provinsi Banten, melakukan langkah efisiensi anggaran belanja daerah dengan memangkas signifikan biaya rapat hingga perjalanan dinas dan selanjutnya dialokasikan kembali ke program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana Hardiana, di Serang, Senin, menjelaskan bahwa penelaahan mendalam sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pos-pos yang bisa dihemat.
"Kami sangat selektif dan melihat kemudian mengomunikasikan nya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kami coba lakukan efisiensi pada kegiatan yang tidak mendukung tugas pokok dan fungsi, jadi tidak dipangkas semua, tapi selektif," katanya.
Imam menambahkan, penghematan ini akan difokuskan pada belanja perjalanan dinas serta penyelenggaraan rapat yang tidak terkait langsung dengan fungsi utama OPD. Dengan langkah ini, Pemkot Serang berharap anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk program-program prioritas, termasuk penguatan sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan publik.
Baca juga: Wali Kota Serang tegaskan konten medsos ASN harus cerminkan kinerja
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, secara spesifik menyebutkan salah satu pos belanja yang dipangkas adalah anggaran rapat di hotel, yang dipangkas hingga setengahnya dari semula Rp20 miliar menjadi hanya Rp10 miliar.
"Kali ini kita semua pangkas terkait anggaran rapat di hotel, di luar kota, efisiensi, dan kita akan berkomunikasi dengan Dewan juga berharap dia memangkas juga agar sama-sama efisiensi," katanya.
Ia menegaskan bahwa program strategis pembangunan tetap menjadi prioritas utama, seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, dan penanganan banjir.
"Pengurangan anggaran pada kegiatan yang dinilai kurang mendesak ini penting agar belanja daerah bisa lebih terfokus pada kebutuhan mendesak masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Bupati Tangerang kurangi dan tunda perjalanan dinas SKPD ke luar negeri
