Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, membuka peluang untuk mengalokasikan anggaran insentif bagi para guru sekolah swasta yang akan direalisasikan pada 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang Najib Hamas, saat menerima audiensi dari Forum Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Kabupaten Serang, di Serang, Senin.
"Kami Pemerintah Kabupaten Serang sangat terbuka atas aspirasi yang disampaikan. Sekolah swasta juga merupakan pilar penting dalam penguatan pendidikan di Kabupaten Serang," ujar Najib Hamas.
Baca juga: Penambahan rombel, puluhan sekolah swasta di Kota Serang terancam tutup
Menurutnya, kontribusi dari 108 SMP swasta di wilayahnya sangat konkret dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Najib menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh forum akan segera ditindaklanjuti dan didiskusikan secara teknis oleh Komisi II DPRD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang.
"Terkait aspirasi yang disampaikan, nanti akan didiskusikan langsung oleh Komisi II dan Dinas Pendidikan untuk merancang apa yang harus dituangkan dalam MoU. Di 2026 ini akan dialokasikan, dan untuk jumlah besarannya akan dibicarakan," ujarnya pula.
Baca juga: Pemprov Banten perkuat sinergi sekolah swasta dukung Sekolah Gratis
Ketua Forum SMP Swasta Kabupaten Serang Ijat Supardi menyampaikan bahwa pihaknya mengajukan permohonan insentif bagi 1.141 guru swasta yang datanya tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Kami memohon agar mendapatkan perhatian terkait insentif guru. Kami berharap besarannya bisa sama dengan insentif guru lain, yakni Rp300 ribu per bulan nya," katanya lagi.
Ia mengungkapkan, perjuangan untuk mendapatkan perhatian ini telah dilakukan sejak tahun 2016. Selama ini, menurutnya, kesejahteraan guru swasta hanya bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp500 ribu per bulan, yang besarannya bervariasi karena dihitung per jam mengajar.
"Selama ini guru swasta hanya dari dana BOS saja, kisaran Rp500 ribu per bulan. Saya berharap kepada pemda, kesejahteraan guru ini diperhatikan," ujarnya pula.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah sebut sekolah swasta atasi keterbatasan daya tampung
