Serang (ANTARA) - Sejumlah balita yang terindikasi mengalami stunting di Kabupaten Serang, Banten, menerima bantuan paket gizi berupa susu dan telur sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Aksi ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.
Komandan Koramil 0602-20/Pamarayan, Kapten Inf Edi Purnomo di Serang, Selasa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Komandan Kodim 0602/Serang sebagai komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah.
Baca juga: Warga Kota Serang ubah limbah jadi sembako dan token listrik
Bantuan tersebut diserahkan di Kampung Babakan Dukuh, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten.
“Ini adalah bentuk perhatian kami dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah teritorial kami. Pemberian makanan bergizi, seperti susu dan telur ini sangat penting," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis. Kegiatan ini juga disertai dengan sesi komunikasi sosial dan penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang benar serta pemantauan gizi anak secara rutin.
Tujuan utama dari penyuluhan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran keluarga akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan mulai dari lingkup keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Rahmat Fitriyadi menyambut baik inisiatif tersebut.
Baca juga: Tekan angka pengangguran, Pemkab Serang luncurkan buku RTK Makro
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah stunting yang kompleks.
"Intervensi gizi spesifik dengan protein hewani, seperti telur dan susu merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah stunting. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Kodim 0602/Serang, karena penanganan stunting memerlukan kerja sama semua pihak," katanya.
Ia menambahkan bahwa stunting bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif yang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan (HPK) sangat krusial.
Baca juga: Pemasangan 750 titik PJU baru di Kota Serang ditargetkan rampung tahun ini
