Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Muhammad Nuh meyakini program Sekolah Rakyat akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Melalui Sekolah Rakyat inilah akan kita buktikan, bahwa Indonesia 2045 Insya Allah jaya,” kata Prof. Nuh saat acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat.
Baca juga: Bupati Serang: Sekolah Rakyat upaya memutus kemiskinan antargenerasi
Sebanyak 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat rintisan tahap pertama dijadwalkan mendapatkan pengarahan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pembekalan ini.
Nuh menegaskan guru dan kepala sekolah harus bersyukur dapat menjadi bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
“Panjenengan ditakdirkan menjadi guru dan kepala Sekolah Rakyat, artinya kita mencintai dan memberdayakan wong cilik,” ujarnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Lebak mulai laksanakan kurikulum matrikulasi
Nuh menyampaikan, guru Sekolah Rakyat perlu memegang prinsip Being, Belonging, and Becoming. Pertama, being, yakni memiliki identitas diri khas sebagai pemungkin Generasi Emas 2045. Kedua, belonging, yaitu menjadikan peserta didik sebagai amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar murid. Ketiga, becoming, yaitu terus belajar karena masa depan ditentukan oleh kemampuan berkembang.
Dalam kesempatan yang sama, pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian menilai Sekolah Rakyat sebagai konsep pendidikan yang sempurna dan akan menjadi inti Indonesia Emas 2045. “Percaya, tahun 2045, Sekolah Rakyatlah nukleus (inti-sel) Indonesia Emas,” kata Ary.
Baca juga: Pokja Kepala Sekolah Tirtamulya diajak Pertamina tingkatkan kapasitas kelola sampah
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat sudah menerapkan pemetaan bakat melalui DNA talent mapping untuk mengarahkan siswa sejak dini sesuai potensi masing-masing. “Di sini anak-anak tahu sejak awal apakah ia akan menjadi dokter, pengusaha, nelayan, atau profesi lainnya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat juga disebut sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu karena menggabungkan program prioritas pemerintah seperti cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan program tiga juta rumah.
Saat ini 100 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah dan ditargetkan bertambah menjadi 165 titik pada September 2025 dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: M Nuh: Sekolah Rakyat bagian penting wujudkan Indonesia Emas 2045
