Lebak (ANTARA) - Kerajinan batu fosil di Kabupaten Lebak, Banten, menembus pasar internasional, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Italia hingga Amerika Serikat (AS).
"Kami awal Agustus 2025 sudah menjual tiga unit kursi dan meja ke Korsel," kata H Bukhari, seorang perajin batu fosil, di Curugbitung Kabupaten Lebak, Sabtu.
Produk kerajinan batu fosil itu antara lain kursi, meja, asbak rokok, hewan, ikan, miniatur Banten, suvenir dan patung.
Harga kerajinan tersebut bervariasi tergantung kualitasnya untuk bahan baku batu Sempur dijual Rp100 ribu per kilogram, sedangkan batu akik Rp500 ribu per kg.
Baca juga: Pelaku UMKM khas masyarakat Suku Badui miliki daya tarik konsumen
Selama ini bahan baku batu fosil yang usianya ribuan tahun tersebar di aliran sungai di Kecamatan Sajira, Maja, Cimarga, Curugbitung dan Rangkasbitung.
"Kami menggeluti usaha kerajinan batu fosil sudah 35 tahun dan hingga kini masih bertahan," katanya menjelaskan.
Menurut dia, kebanyakan konsumen luar negeri itu datang sendiri ke tempat lokasi kerajinan batu fosil di Curugbitung.
Sebab, konsumen pelanggan dari beberapa negara mulai Jepang, Malaysia, Korsel, Italia, Jerman, dan AS.
Produk kerajinan batu seni asal Lebak itu memiliki keunikan dibandingkan dari bahan bambu maupun kayu-kayuan.
"Kami sejak beberapa bulan terakhir omzet penjualan bisa mencapai Rp 50 juta," katanya lagi.
Baca juga: Sebagian besar kerajinan Badui dipasarkan lewat platform digital
Begitu juga Yusman (45), perajin batu fosil warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengaku pihaknya saat ini kebanyakan menerima pesanan dari luar negeri jenis kursi dan meja serta hewan.
Kebanyakan mereka pembeli langsung mendatangi perajin seni batu fosil tersebut tanpa melalui kolektor.
Sebelumnya, sistem pemasaran dengan menjual langsung ke luar negeri melalui jasa agen di Jakarta, namun sekarang langsung pembeli datang sendiri ke lokasi perajin. Sebab jika mereka datang ke perajin, tentu merasa puas karena sesuai dengan keinginan mereka.
Produk batu alam tersebut berasal dari akar pohon, banyak diminati pasar domestik maupun mancanegara.
"Kami mengembangkan usaha ini peninggalan dari orang tua dan banyak pelanggan dari luar negeri," katanya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga RJBB perkuat UMKM olahan susu di Kampung Sukaluyu
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan saat ini pelaku usaha kerajinan batu fosil tersebar di Kecamatan Sajira, Rangkasbitung, Cimarga, Maja, Cipanas dan Curugbitung.
Daerah-daerah tersebut sebagai sentra produk batu fosil karena bahan bakunya banyak ditemukan di hutan maupun sungai.
"Kami selalu mempromosikan produk kerajinan batu fosil itu melalui pameran maupun tamu pejabat dari luar daerah," katanya pula.
Baca juga: Banten kembangkan ekspor olahan kelapa, perkuat fasilitasi UMKM
