Serang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Serang mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 70 persen untuk penerima bantuan pangan (PBP) di wilayah kerja meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Assistant Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kantor Cabang Serang Firmansyah di Serang, Banten, Jumat, mengatakan hingga saat ini, proses distribusi bantuan pangan beras telah selesai dilaksanakan di Kota Serang dan Kota Cilegon. Penyaluran kini fokus wilayah Kabupaten Serang.
"Hingga saat ini realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 70 persen, dan sekarang sisanya di Kabupaten Serang. Yang kita targetkan minggu depan sudah selesai," katanya.
Baca juga: Bulog Lebak-Pandeglang menjamin persediaan beras cukup untuk setahun
Ia mengatakan distribusi bantuan beras alokasi bulan Juni dan Juli 2025 dilakukan dalam satu kali pengiriman. Sehingga setiap penerima bantuan pangan PBP menerima 10 kilogram (kg) beras per bulan, dengan total 20 kg per penerima.
"Terdapat 106.488 PBP yang tersebar di Kabupaten Serang 63.847 PBP, Kota Cilegon 14.011 PBP dan Kota serang 28.630 PBP. Dengan total beras mencapai 2.129.760 ton," ujar dia.
Data penerima bantuan tersebut, menurut dia, berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial, sehingga dipastikan penerima tepat sasaran.
Baca juga: Pemkot Tangerang salurkan bansos beras 20 kg ke 66.245 keluarga
"Penerima bantuan datanya sudah ditentukan dari kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Sosial. Kami menerima data dan melayani sesuai data tersebut," ujar dia.
Ia mengatakan kualitas beras yang disalurkan adalah beras terbaik dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang selama ini dijaga dan telah melalui proses pengecekan yang ketat sebelum beras didistribusikan. Proses tersebut melibatkan dinas terkait di masing-masing wilayah.
"Sebelum beras ini disalurkan, kami melakukan pengecekan kualitas dengan dinas terkait, dalam hal ini dinas pertanian Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Setelah dipastikan kondisinya bagus dan layak konsumsi, baru kami salurkan," ujar dia.
Baca juga: BKPSDM Kabupaten Serang akan tindak tegas praktik jual beli jabatan ASN
