Serang (ANTARA) - Banjir yang merendam ratusan rumah di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, hingga Sabtu belum sepenuhnya surut, sementara warga setempat sangat mengharapkan penyaluran bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Untuk bantuan kita membutuhkan kasur, selimut, perlengkapan bayi, peralatan mandi, hingga air bersih karena tidak ada ketersediaan air bersih," kata warga Kampung Kuranji RT 02 RW 01, Royadi, di Serang, Sabtu.
Royadi menuturkan banjir yang terjadi sejak Senin (18/1) tersebut berdampak pada 450 jiwa dari 200 Kepala Keluarga (KK). Total terdapat 110 rumah yang terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter.
Baca juga: Jalan utama terputus, warga Kampung Nusa Serang terisolasi
Menurut dia, debit air sempat naik kembali setinggi 50 sentimeter yang mengakibatkan warga harus bertahan di pengungsian lebih lama.
Sebagian warga mengungsi ke wilayah Kresek (Tangerang), masjid, pesantren, hingga rumah kerabat. Sementara itu, sekitar 70 warga bertahan di tenda pengungsian.
"Alhamdulillah kemarin malam tenda sudah disiapkan oleh BPBD Provinsi Banten. Tenda ditambah lagi karena sangat dibutuhkan, soalnya tenda sebelumnya tidak memungkinkan dan bocor saat hujan," ujarnya.
Baca juga: Banjir di Tol Tangerang sempat ganggu arus kendaraan ke Jakarta
Selain krisis air bersih, warga juga mengeluhkan kondisi tanggul sungai yang kritis. Warga secara swadaya dan gotong royong melakukan penanggulangan darurat menggunakan karung berisi tanah selama dua hari terakhir untuk mencegah air masuk lebih deras ke permukiman.
Royadi menyebutkan, kondisi tanggul sudah menurun dan pintu air sempat mengalami kerusakan. Bahkan, salah satu warga bernama Asman berinisiatif menutup tanggul secara mandiri meski berisiko tinggi demi keselamatan warga lainnya.
"Harapan kami kepada pemerintah agar segera memperbaiki tanggul karena posisinya sudah menurun. Kalau bisa ditinggikan kembali," katanya.
Baca juga: Tangani banjir Tangerang, Gubernur koordinasi lintas instansi
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026