Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang menyebut tembok pembatas di SDN 3 Kabupaten Pandeglang, ambruk sepanjang kurang lebih 30 meter akibat hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah tua.
Insiden terjadi pada Rabu sore dan langsung ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang.
Kepala BPBD Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan pelokalan area terdampak serta mengevakuasi beban material yang masih berada di atas dinding yang roboh.
“Kita lokalisir yang terdampak dari ujung tembok ini, kemudian beban-beban yang masih ada di atas kita pindah-pindahkan dulu,” ujar Riza dalam keterangannya diterima di Kota Serang.
Baca juga: Hari ini, BMKG perkirakan cuaca didominasi hujan dan berawan
Ia mengatakan penyebab utama runtuhnya tembok adalah kombinasi antara curah hujan yang cukup tinggi dan usia bangunan yang sudah tua. “Ya memang curah hujan lumayan lah ya, dan juga ini kondisi bangunannya juga sudah cukup usia, sudah tua juga,” jelasnya.
Selain tembok setinggi sekitar 3 meter yang ambruk, dua unit sepeda motor milik warga sempat tertimpa reruntuhan, namun telah berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Kurang lebih sekitar 30 meter ya, kalau kita cek sampai ujung sana itu ada retakan, karena masih ada pergerakan,” ungkap Riza.
Baca juga: Atap masjid di Serang ambruk diterjang angin kencang disertai hujan
BPBD kini tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang untuk menindaklanjuti penanganan darurat, termasuk rencana pemasangan bronjong sebagai penahan tanah agar longsor tidak meluas.
Riza juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu meskipun sudah memasuki musim kemarau.
“Sekarang ini sudah saatnya kemarau, cuma memang kemarau basah ya. Kemungkinan hujan dengan curah yang cukup tinggi masih sangat mungkin terjadi. Jadi kepada masyarakat tetap waspada, dan jika terjadi kedaruratan secepatnya bisa menghubungi BPBD,” kata dia.
Baca juga: Polisi tangkap pelaku penipuan dan penggelapan di Pandeglang
