Lebak, Banten (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, meminta para petani mengembangkan jenis tanaman sayuran dataran rendah guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Sekarang permintaan pasar untuk produksi sayuran dataran rendah cukup tinggi," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Iskandar di Lebak, Banten, Rabu.
Pertanian aneka tanaman sayuran dataran rendah di Kabupaten Lebak masih kecil dan hanya terdapat di empat dari 28 kecamatan, padahal potensinya bisa menjadi daerah produksi sayuran.
Baca juga: Distan Lebak minta petani kembangkan sayuran dataran rendah
Saat ini, kata dia, empat kecamatan sebagai penghasil produksi sayuran dataran rendah adalah Warunggunung, Cikulur, Rangkasbitung, dan Cibadak.
"Kita berharap 24 kecamatan lainnya dapat mengembangkan pertanian sayuran dataran rendah, sehingga dapat memenuhi permintaan sejumlah pasar di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat," katanya.
Dede Supriatna (64), seorang petani di Blok Kanaga, Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya kini bisa memasok sayuran dataran rendah antara lain peria/pare, timun, oyong, kacang panjang, terong, dan kukuk ke Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, dan Pasar Rangkasbitung.
Tanaman sayuran itu dikembangkan di lahan seluas 4 hektare dan mampu memenuhi permintaan pasar sekitar empat ton per hari saat masa panen.
Produksi tanaman sayuran itu dijual ke pengepul rata-rata Rp6.000 per kilogram dengan kalkulasi 4 ton menghasilkan ekonomi Rp24 juta per hari.
"Kita bisa berlangsung produksi saat panen selama 10 hari dengan total pendapatan Rp240 juta," katanya.
Baca juga: Distan Banten akui program MBG dorong minat petani muda
Rahmat (60), seorang petani Bojongleles, Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya mengembangkan tanaman sayuran dataran rendah itu, karena ada yang menampung, sehingga tidak kesulitan untuk pemasarannya.
Saat ini, pihaknya melayani permintaan sayuran peria, timun, dan kacang panjang bisa mencapai dua ton dengan harga rata-rata Rp6.000/kilogram atau menghasilkan Rp12 juta per hari saat panen.
Sementara itu, Supardi (55) seorang penampung mengaku dirinya memenuhi permintaan aneka tanaman sayuran dataran rendah ke Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang hingga mencapai delapan ton/hari.
Selama ini, pihaknya memasok produksi sayuran dari petani Kabupaten Lebak, karena sudah menjadi langganannya.
"Kami sudah belasan tahun menampung produksi aneka sayuran dataran tanah rendah itu," katanya.
Baca juga: Petani Lebak pasok aneka sayuran ke Tangerang dan Jakarta
