Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebutkan hewan kurban yang sebelumnya terkena penyakit menular, seperti antraks dan penyakit kuku-mulut (PKM), telah berangsur pulih.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatmika Asep Jatnika di Tangerang, Selasa, mengatakan hasil penelusuran dan pemeriksaan ditemukan delapan hewan kurban di daerah itu terindikasi penyakit menular. Namun kini pihaknya sudah berhasil menyembuhkan hewan-hewan tersebut.
"Kurang lebih ada delapan hewan kurban dan itu sudah berlangsung menuju penyembuhan setelah ditangani petugas pengawas hewan kurban," katanya.
Baca juga: Pemkab Tangerang lepas 100 petugas pengawas hewan kurban
Ia menjelaskan penemuan hewan kurban untuk Idul Adha 1446 Hijriah/2025 ini dari beberapa lapak penjualan hewan di wilayahnya itu. Namun, kata dia, tim pengawas dan kesehatan langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan dengan mengisolasi, merawat, hingga pengobatan.
"Kami sudah menemukan di beberapa tempat. Ada dua tempat yang seperti indikasi PMK, tapi sudah kami lakukan observasi, kemudian penanganan pemeriksaan, pengobatan, juga isolasi," ucapnya.
Menurutnya, dari ke delapan hewan kurban yang ditemukan ini memiliki ciri-ciri atau terindikasi PMK seperti lemas, demam tinggi, tidak mau makan atau kesulitan makan.
Baca juga: Pemkab Lebak imbau warga beli hewan kurban sudah diperiksa petugas
Kendati demikian pihaknya mengambil langkah untuk melakukan penanganan secara cepat, sebelum penularan penyakitnya meluas ke hewan-hewan kurban lainnya.
"Pemeriksaan hewan, pertama tentunya akan melihat pemeriksaan secara fisik tanda-tanda kesakitan, kemudian suhu badan, detak jantung juga kita periksa semua. Jadi itu yang kita periksa, apalagi misalnya tanda-tanda terjadinya PMK, itu akan kelihatan dari sisi fisiknya tanda hewan itu sakit atau tidak," ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya menerjunkan 100 petugas kesehatan untuk mengawasi dan memonitor 655 titik lapak penjualan hewan untuk pemeriksaan administrasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memproyeksikan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha sebanyak 32.382 ekor atau naik sebesar 10 persen dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Masyarakat diimbau periksa legalitas hewan kurban sebelum beli
