Tangerang (ANTARA) - Business Process Outsourcing (BPO) PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) memperluas jangkauan pengiriman tenaga ahli atau "high skill manpower" di pasar luar negeri pada tahun 2025.
Direktur Utama PT GDPS Cornelis Radjawane di Tangerang, Banten, Jumat mengatakan perluasan bisnis ke level Internasional dilakukan setelah pada tahun 2024 mengirimkan tenaga ahli melalui kerja sama strategis dengan PNG Air, maskapai penerbangan di Papua Nugini.
"Kami yakin dengan inovasi dan upaya kami, GDPS akan mampu mengatasi tantangan pasar global dan tetap berada di garis depan industri BPO,” kata Cornelis.
Sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, PT GDPS juga berhasil mencapai kinerja positif selama periode tahun 2024 dengan mencatatkan kenaikan revenue sebesar 23 persen dibandingkan 2023.
Baca juga: 2024, GDPS catatkan kinerja positif hingga ekspansi ke pasar internasional
Selain itu, GDPS juga telah berhasil menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM dan lingkungan.
Kegiatan tersebut untuk mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat selaras dengan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Banyak program strategis yang telah kita rancang di 2025. Tentunya program ini dirancang untuk memberikan nilai tambah yang signifikan kepada setiap pelanggan," ujarnya.
Tahun ini, GDPS juga mengembangkan strategi bisnis yang telah dicanangkan dengan memaksimalkan potensi bisnis SLA Based atau borongan serta high skill manpower aviation.
"Kami berharap dengan strategis bisnis tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan solusi yang lebih efisien kepada pelanggan,” kata Cornelis.
Baca juga: GDPS-PNG Air kerja sama terkait pengiriman tenaga kerja profesional
