Rangkasbitung (ANTARA) -
Harga beras medium pada sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, sejak tiga hari terakhir ini mengalami kenaikan tipis rata-rata Rp100 per kilogram.
"Kami menilai kenaikan beras medium itu masih relatif stabil menjelang Idul Adha 2024," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani, di Rangkasbitung, Lebak, Kamis.
Pemerintah Kabupaten Lebak hingga kini tetap menggelar pasar murah bahan pokok, agar daya beli masyarakat stabil dan normal.
Saat ini, kata dia lagi, berdasarkan pemantauan komoditas beras medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak sejak tiga hari terakhir terjadi kenaikan rata-rata Rp100 per kg.
Untuk beras medium KW 1 sebelumnya dijual Rp12.700 per kg, kini menjadi Rp12.800 per kg, beras medium KW 2 semula Rp11.600 per kg menjadi Rp11.700 per kg, dan beras medium KW 3 dari Rp10.800 per kg menjadi Rp10.900 per kg.
"Semua beras medium lokal yang dijual di pasar tradisional itu dipasok dari kelompok tani dan toko tani di Lebak," kata Yani.
Selama ini, kenyataan stok beras yang ada di Perum Bulog dan masyarakat cukup melimpah, terlebih adanya program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah sebanyak 10 kilogram untuk keluarga penerima manfaat (KPM).
Bahkan, masyarakat di daerah ini, termasuk komunitas Badui sampai saat ini terpenuhi ketersediaan beras dan tidak terjadi kerawanan pangan.
Selain itu, petani di berbagai daerah di Kabupaten Lebak terus melakukan percepatan tanam guna memperkuat produksi ketahanan pangan lokal.
Ujang (55), seorang pedagang beras di pasar tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku bahwa omzet penjualan relatif stabil dengan kenaikan rata-rata Rp100 per kg dan persediaan beras medium masih melimpah yang dipasok dari kelompok tani.
Kebanyakan petani itu memiliki stok pangan dari hasil panen April-Mei 2024 berupa gabah kering giling.