Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Banten, angkat bicara mengenai isu aksi teror 'pocong' yang telah membuat kegaduhan dan meresahkan masyarakat di daerahnya tersebut.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah di Tangerang, Selasa mengatakan bahwa isu mistis tersebut diduga informasi bohong atau tidak benar kebenaran faktanya.
"Jadi jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Tangerang gerebek arena judi sambung ayam di Jayanti
Menurut dia, berdasarkan hasil penelusuran pihak kepolisian bahwa aksi teror 'pocong' ini diduga dijadikan modus kejahatan yang dilakukan kelompok pencurian atau perampokan dengan cara menakut-nakuti warga.
Sehingga, di tengah kepanikan dan kelengahan masyarakat, kelompok tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan situasi tersebut.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.
Indra menegaskan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polresta Tangerang melalui fungsi Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan akan meningkatkan patroli di wilayah permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari.
Baca juga: Polisi dan Imigrasi Soetta gagalkan pemberangkatan 32 orang haji ilegal
Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
"Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," kata dia.
Dalam hal ini, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror 'pocong' tersebut guna mengungkap pihak yang terlibat serta motif di balik aksi tersebut.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar atau melalui layanan call center 110.
"Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya," pungkas Indra.
Baca juga: Polisi selidiki kasus "child grooming" pada siswi SMK di Tangsel
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026