Serang (ANTARA) - Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Banten bersinergi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) memperkuat mitigasi bencana di lingkup rumah tangga melalui pelatihan simulasi penanganan api dan evakuasi hewan liar.
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni di Serang, Senin, mengatakan edukasi ini penting mengingat kerentanan bencana di area domestik sering kali bermula dari dapur.
"Hari ini adalah kegiatan pembelajaran tentang keluarga tanggap bencana di ranah rumah tangga. Lagi-lagi permasalahan utama biasanya seputar dapur dan lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: PKK Banten perkuat edukasi keluarga cegah stunting dan Tuberkulosis
Dalam kegiatan tersebut, para kader PKK diberikan keterampilan praktis mengenai cara menangani api secara tepat serta prosedur evakuasi jika ditemukan hewan berbisa seperti ular di pemukiman.
Tinawati menekankan faktor ketenangan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat di rumah.
Terkait dengan ketersediaan alat pemadam api ringan (apar), ia mengimbau setiap keluarga mulai menyediakan alat tersebut secara mandiri.
Baca juga: Gubernur Andra Soni nikmati laksa bareng 1.552 warga di Seba Badui
Meskipun memerlukan biaya, keberadaan apar sebagai vital untuk memutus rantai penyebaran api sejak dini sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
"Kami dorong agar setiap rumah tangga memiliki alat pemadam api yang selalu siaga. Ini adalah bentuk upaya agar kita bisa menangani permasalahan di awal secara cepat sehingga dampak kebakaran tidak merambat ke mana-mana," katanya.
Kepala Satpol PP Provinsi Banten Nana Suryana menambahkan kolaborasi ini agar para ibu rumah tangga mampu melakukan penanganan mandiri secara cepat dan tepat sebelum bantuan petugas tiba.
"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi ibu rumah tangga agar memiliki kesiapan mental dan keterampilan dalam menangani insiden di rumah masing-masing secara mandiri," kata dia.
Baca juga: PKK bidik adaptasi sistem tani Sitandu di tingkat keluarga
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026