Serang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten memperkuat edukasi hingga tingkat keluarga untuk mencegah stunting dan penyakit Tuberkulosis (TB).
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya penguatan sosialisasi hingga tingkat keluarga guna memastikan tidak ada anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang atau stunting.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dirangkaikan dengan pelatihan tata boga serta pertemuan masyarakat sadar TB di Resort Umbul Tanjung, Cinangka, Kabupaten Serang, Senin.
"Keluarga adalah unit terkecil yang harus kita edukasi dan sosialisasikan secara masif. Apapun programnya, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun wilayah kabupaten, sasarannya harus menyentuh level keluarga," kata Tinawati.
Baca juga: PKK bidik adaptasi sistem tani Sitandu di tingkat keluarga
Tinawati juga memberikan atensi khusus pada pencegahan penyakit TB di tengah masyarakat. Ia meminta tenaga kesehatan dan kader PKK untuk proaktif melakukan penanganan serta penanggulangan guna meminimalisir angka penularan hingga mencapai target eliminasi TB.
"Saya sudah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan mengenai langkah pencegahan dan bagaimana penanggulangan TB yang efektif di lapangan," ujarnya.
Kegiatan yang didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini juga menyasar pada aspek kemandirian ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan praktis.
Baca juga: TP PKK Banten edukasi pelajar untuk wujudkan sekolah ramah anak
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Serang Tifa menyambut baik edukasi yang diberikan oleh tingkat provinsi. Menurutnya, kehadiran program Genting menjadi semangat bagi para kader untuk bekerja lebih optimal.
Tifa berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai tambahan nutrisi untuk anak, tetapi juga mendapatkan peluang pemberdayaan ekonomi.
"Mudah-mudahan ini memberikan manfaat nyata, baik dari sisi peningkatan kualitas kesehatan maupun keberlanjutan pemberdayaan ekonomi keluarga pascapelatihan ini," kata Tifa.
Baca juga: Gubernur Andra Soni nikmati laksa bareng 1.552 warga di Seba Badui
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026