Tangerang (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mendorong pemerintah setempat mengembangkan program urban farming atau pertanian perkotaan guna memperkuat ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

"Pemerintah perlu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pribadi, sekaligus memperkuat bantuan bibit dan edukasi. Ruang terbuka hijau juga harus dimaksimalkan untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Gatot  dalam keterangannya di Tangerang, Minggu, mengatakan .

Ia menilai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kemandirian masyarakat.

“Ketika masyarakat mampu memanfaatkan lahannya sebagai sumber pangan, maka kebutuhan stok di Kota Tangerang dapat terpenuhi,” ujarnya.

Baca juga: DPRD: Aerotropolis harus diiringi transportasi publik terintegrasi

Selain itu, Gatot mendorong pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga melalui berbagai langkah, seperti operasi pasar secara rutin agar harga tetap terjangkau.

Ia juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik pangan dari wilayah penyangga, mengingat gangguan distribusi dapat berdampak pada ketersediaan dan lonjakan harga bahan pokok.

Dalam penguatan jejaring sosial dan bantuan pangan, Gatot meminta peningkatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi perangkat daerah (OPD), Perum Bulog, serta badan usaha milik daerah (BUMD).

“Koordinasi yang baik penting agar penyaluran bantuan pangan tepat sasaran dan efektif. Selain itu, strategi ketahanan pangan jangka panjang perlu menjadi perhatian mengingat keterbatasan lahan di perkotaan,” katanya.

Baca juga: Atasi sampah di Tangerang, DPRD dukung program LSDP Kemendagri

Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan program urban farming telah melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan.

Sepanjang 2025, program tersebut menghasilkan berbagai komoditas, antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (TOGA), serta 45 ekor ternak kambing dan domba.

Di sektor pertanian, Kota Tangerang memiliki 11 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari tujuh poktan tanaman pangan dan empat poktan hortikultura. Tujuh poktan tanaman pangan mengelola 98 hektare lahan sawah dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang 2025.

Sementara itu, poktan hortikultura menghasilkan 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah.

“Ke depan, program ini akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang,” kata Ruta.

Baca juga: Penggunaan smartphone tanpa batasan kurangi interaksi sosial



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026