Serang (ANTARA) - Sebanyak 10 sekolah di Kota Serang, Provinsi Banten, menjadi target awal pelaksanaan program pertanian perkotaan atau urban farming yang digagas pemerintah daerah untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan dan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, di Serang, Selasa, mengatakan program ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan evaluasi berkelanjutan.
"Untuk tahun ini, kami akan mulai di 10 sekolah dulu sebagai percontohan, nanti bila perlu akan kami kembangkan hingga 200 sekolah secara bertahap, tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Serang panen hasil urban farming targetkan edukasi sejak dini
Proses awal, lanjutnya, adalah memetakan sekolah mana saja yang memiliki lahan memadai. Namun, ia menegaskan bahwa urban farming merupakan konsep dasar yang ideal untuk mengasah kemampuan siswa dalam menanam dan menjaga kebersihan, bahkan di sekolah dengan lahan terbatas sekalipun.
"Yang paling penting adalah hal ini mampu menjadi bagian dari masyarakat. Sekolah harus dapat menularkan kebiasaan positif ini kepada lingkungan sekitarnya," katanya.
Menurutnya, program ini bertujuan mendidik siswa tidak hanya dari sisi kognisi, tetapi juga kemampuan praktik, menumbuhkan kepedulian, jiwa wirausaha, serta tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Baca juga: Dorong pangan lokal, Pertamina Patra RJBB adakan pelatihan urban farming
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Serang, Sony August, menjelaskan program ini merupakan inovasi dari program Serang Hijau dan Serang Bersih.
"Sasaran awalnya adalah kelompok wanita tani, tapi kami kembangkan inovasi nya dengan menyasar siswa di sekolah, sehingga nanti hasilnya bisa menular dari anak-anak ke ibu-ibu mereka di rumah," jelasnya.
Sony memaparkan, mekanisme program memungkinkan siswa untuk membawa pulang bibit tanaman untuk ditanam dan dirawat jika lahan di sekolah tidak mencukupi.
"Jadi keinginan kita, kita titipkan dari murid bisa dibawa ke rumah untuk ditumbuhkan, dan perkembangannya tetap dipantau pihak sekolah," tambahnya.
Untuk mendukung program ini, DKPP telah menyiapkan bibit tanaman produktif diantaranya 12 ribu bibit cabai, 2.100 terong, 210 tomat dan bunga telang.
Baca juga: PKK dorong urban farming anggur di Tangsel sumber ekonomi keluarga
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026