Serang (ANTARA) - Gubernur Banten, Andra Soni melepas 990 peserta program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan menggunakan 22 unit bus dari Alun-Alun Kota Serang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan untuk menyediakan mudik gratis bagi masyarakat," ujar Andra di Serang, Rabu.
Andra berharap seluruh peserta mudik dapat menempuh perjalanan dengan lancar dan tiba di kampung halaman dengan selamat, sehingga dapat berkumpul bersama keluarga pada momen perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Yang terpenting, peserta juga bisa kembali lagi ke Banten tanpa ada kekurangan satu pun," tambahnya.
Baca juga: Wali Kota Tangerang lepas 1.860 peserta mudik gratis Kemenhub
Pada kesempatan pelepasan tersebut, Gubernur Andra secara simbolis menyerahkan bingkisan dukungan dari Bank Banten kepada perwakilan pemudik. Seluruh peserta mudik juga difasilitasi dengan pembagian kaus seragam serta paket makanan untuk berbuka puasa dan makan malam selama di perjalanan.
Selain memfasilitasi masyarakat umum, Pemprov Banten juga menyediakan empat armada bus khusus untuk menjemput mahasiswa asal daerah tersebut yang berkuliah di Bandung dan Yogyakarta. Para mahasiswa ini telah tiba pada Sabtu (14/3) untuk bergabung dalam rombongan pelepasan mudik gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa dari total 22 bus yang dioperasikan tahun ini, terdapat dua unit armada yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Jasa Raharja.
"Untuk jurusan Padang, kami bekerja sama dengan Jasa Raharja," kata Tri.
Baca juga: Alfamidi antarkan pelanggan setia mudik naik bus hingga pesawat
Program mudik gratis ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tatang Permana (53), warga asal Cikande, mengaku baru pertama kali mengikuti program ini setelah didaftarkan oleh putranya. Ia beralih ke fasilitas mudik gratis lantaran tingginya lonjakan harga tiket angkutan umum mendekati hari raya.
Apresiasi senada juga datang dari Khoirunnisa (44), warga Tangerang yang mudik menuju Padang, Sumatera Barat, bersama suami dan kedua anaknya. Program ini dirasa sangat meringankan beban keuangan keluarganya yang mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh pabrik.
"Kalau ongkos angkutan umum sekarang sekitar Rp900 ribu per orang untuk sekali jalan. Itu belum termasuk makan di perjalanan. Dengan mudik gratis ini, semuanya difasilitasi," ungkap Nisa.
Ia berharap Pemprov Banten dapat terus melanjutkan program sosial ini pada tahun-tahun mendatang untuk membantu masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
Baca juga: Pemkot Cilegon fasilitasi ribuan warga mudik gratis ke Jawa dan Sumatera
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026