Tangerang (ANTARA) - DPRD Kota Tangerang meminta penambahan jumlah armada bentor pangan bersama masyarakat (Bang Sama) yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan demi penjualan sembako murah kepada masyarakat semakin luas.

"Kami mengapresiasi Bang SaMa ini dapat mendorong pendistribusian sembako yang murah, berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat Kota Tangerang. Ini adalah bagian dari strategi memperlancar distribusi sembako di Kota Tangerang," kata Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar adalah tanggung jawab utama dari pemerintah. Aksesibilitas dan harga sembako harus terjaga, terjangkau, dan berkualitas.

Baca juga: Bentor Pangan di Kota Tangerang hadirkan bahan pokok murah ke pemukiman

Maka itu, ke depan jumlah bentor harus ditambah agar masyarakat mendapatkan hak dasarnya yakni pangan dengan harga terjangkau dan pemerintah hadir dalam pemenuhan tersebut. 

"Kami harap, per-kelurahan memiliki satu bentor ke depannya," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pada tahap awal pihaknya telah menyiagakan tiga unit armada bentor. Armada tersebut akan beroperasi di wilayah Tangerang Timur, Tangerang Tengah, dan Tangerang Barat secara terjadwal.

Muhdorun menegaskan bahwa komoditas yang dijual tetap mengacu pada harga dasar pemerintah, seperti beras yang sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.

"Dengan harga dasar dari Bulog Kota Tangerang. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan pangan yang berkualitas dan juga terjangkau," tutur Muhdorun.

Baca juga: Pemkot Kota Tangerang berhasil perbaiki 334 titik jalan berlubang

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Bang Sama berbeda dengan bazar konvensional sebab layanan ini dilengkapi armada yang mampu menjangkau ke berbagai lokasi, termasuk gang-gang pemukiman.

Bang Sama dirancang untuk menyisir kawasan permukiman hingga ke depan rumah warga atau titik-titik yang telah dikoordinasikan dengan pihak kelurahan.

"Jadi tidak lagi sifatnya diam di satu tempat. Masyarakat bisa mendapatkan langsung dari depan rumah yang dilintasi, atau di titik-titik di mana nanti diarahkan oleh pihak kelurahan," pungkasnya.
 

Baca juga: DKP Kota Tangerang gelar "ngabuburit manfaat" dengan vaksinasi rabies gratis



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026