Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, gencar melakukan rekayasa teknologi penyuntikan reproduksi inseminasi buatan (IB) guna populasi ternak meningkat sehingga dapat mendukung program swasembada pangan khususnya daging merah dan susu.
"Kami menginstruksikan kepada petugas IB agar mengoptimalkan IB untuk meningkatkan jumlah populasi ternak dari keturunan anak," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak Irvan Pramerta di Lebak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak komitmen untuk mewujudkan program swasembada daging merah dan susu sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Tingkatkan populasi kerbau, Pemkab Lebak optimalkan IB
Untuk mendukung program tersebut di antaranya gencar melakukan reproduksi teknologi IB agar populasi ternak masyarakat meningkat.
Selain itu juga melakukan suntik birahi di seluruh kelompok peternak rakyat di 28 kecamatan.
Penyuntikan birahi itu dengan waktu satu pekan ke depan bisa dilakukan IB agar cepat bertambah dari keturunan anak.
Kegiatan ini, kata dia, salah satu upaya untuk mewujudkan program swasembada daging merah dan susu, sehingga bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kami meyakini jika program swasembada daging merah dan susu terwujud, maka dipastikan ekonomi masyarakat sejahtera," kata Irvan.
Baca juga: Sembilan kelompok ternak di Lebak dapat bantuan domba Garut
Menurut dia, saat ini populasi ternak milik masyarakat berdasarkan data pada Disnakeswan Lebak 2024 tercatat sebanyak 326 kelompok peternak dengan populasi kerbau 5.656 ekor, sapi 2.345 ekor, kambing 42.408 ekor dan domba 60.216 ekor.
Pemerintah Kabupaten Lebak terus gencar melakukan rekayasa teknologi IB dengan melibatkan tiga petugas dan mendatangi kelompok - kelompok ternak.
"Kami berharap dua tahun ke depan populasi ternak milik masyarakat bertambah melalui keturunan anak, sehingga terwujud program swasembada daging merah dan susu," kata Irvan menjelaskan.
Ia mengatakan, masyarakat yang memiliki peternakan kerbau, sapi, kambing dan domba di Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang.
Namun, mereka peternak masih menjadi tabungan atau usaha sampingan, sehingga terus dilakukan edukasi dan pembinaan.
"Kami berharap para peternak itu ke depannya bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat ," katanya.
Baca juga: Tingkatkan populasi kerbau, Pemkab Lebak optimalkan inseminasi buatan
Sabar (50) peternak warga Wanasalam, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya merasa terbantu adanya penerapan rekayasa teknologi lB gratis, sehingga populasi ternak kerbau miliknya bisa bertambah 5 ekor/tahun dari jumlah 25 ekor.
Dari 25 ekor, kata dia, bisa terjual sedikitnya 3 ekor dengan pendapatan mencapai Rp85 juta/tahun.
"Kami mengembangkan usaha ternak kerbau ini bisa menyejahterakan keluarga juga membangun rumah dan dua anak bisa kuliah," katanya.
Baca juga: 778.922 ternak dan unggas terdampak bencana Sumatera
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026