Serang (ANTARA) - Gubernur Banten, Andra Soni, menyalurkan bantuan fasilitas pengolahan sampah berupa toren Pupuk Organik Cair (POC) dan instalasi biogas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai upaya konkret mengurangi volume limbah organik dari sumbernya.
Inisiator Toren POC dan Biogas sekaligus Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, melalui keterangan yang diterima di Serang, Minggu, mengatakan alat tersebut mampu mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kilogram per hari.
"Selain mengurangi sampah, alat ini juga menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk memasak selama 30 hingga 60 menit per hari," kata Ade.
Baca juga: Tangsel kembali kirim sampah ke TPAS Cilowong Kota Serang
Ade menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari dana pribadi Gubernur Banten dan bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu operasional aglomerasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Menurut Ade, Gubernur tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menginstruksikan Banksasuci untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga terbiasa memilah sampah dari rumah, sehingga hanya residu yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) maupun TPA.
"Tantangannya justru pada pendampingan. Insya Allah melalui pendampingan berkelanjutan, semangat zero waste dapat terwujud," tambahnya.
Baca juga: Pemkot Tangsel bayar Rp90 juta untuk buang sampah ke Cileungsi
Sementara itu, Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Anita Yuliana, mengapresiasi bantuan dan pendampingan tersebut. Ia mengakui bahwa pengelolaan sampah organik menjadi tantangan utama di wilayahnya, mengingat metode budi daya maggot yang pernah diuji coba memerlukan ketekunan khusus dan belum sepenuhnya berhasil.
"Kami berterima kasih atas dukungan fasilitas ini. Mudah-mudahan adanya toren POC dapat menyelesaikan masalah pengolahan sampah organik di kompleks kami," ujar Anita.
Baca juga: Cermati Fintech ubah perspektif sampah jadi nilai ekonomis
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026