Tangerang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Banten, menyebutkan telah menyalurkan beasiswa Tangerang Cerdas kepada 30.892 peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Plt. Kepala Disdik Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksana di Tangerang Rabu mengatakan Beasiswa Tangerang Cerdas diberikan kepada peserta didik dari kalangan keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas.
Selain itu Beasiswa Tangerang Cerdas diberikan kepada peserta didik mulai dari sekolah negeri, swasta, sampai Sekolah Luar Biasa (SLB).
"Ini adalah bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan serta menjamin tidak ada anak yang putus sekolah sebab sudah ada beasiswa yang diberikan," katanya.
Baca juga: Disdik Kota Tangerang libatkan Bunda PAUD wujudkan wajib belajar 13 tahun
Sementara itu 30.892 peserta didik yang menerima Beasiswa Tangerang Cerdas pada tahun 2025 rinciannya adalah 20.892 siswa tingkat SD dengan besaran beasiswa Rp80 ribu per bulan serta 10.000 siswa tingkat SMP dengan beasiswa Rp100 ribu per bulan.
Selain itu Pemkot Tangerang menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Inklusi kepada 915 peserta didik penyandang disabilitas di jenjang SD dan SMP.
Ruta menuturkan BOSDA Inklusi secara khusus dirancang untuk menunjang kebutuhan operasional sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, sehingga dapat memberikan akomodasi yang layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD).
BOSDA Inklusi ini menjadi solusi nyata untuk memastikan sekolah-sekolah penyelenggara tidak terbebani secara finansial dalam memenuhi kebutuhan khusus para siswa. Program ini, kata dia, juga menegaskan posisi Kota Tangerang sebagai pelopor dalam menyediakan layanan pendidikan yang ramah disabilitas.
"Dana BOSDA Inklusi ini ditujukan untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pemanfaatannya mencakup banyak aspek, mulai dari honorarium Guru Pendamping Khusus (GPK), pembelian alat bantu pembelajaran, hingga penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang ramah disabilitas," katanya.
Baca juga: Kota Tangerang luncurkan "whistleblowing system" upaya cegah korupsi
Sekretaris Disdik Kota Tangerang Dwiana Langlang Nugraha menambahkan Program BOSDA Inklusi dirancang tidak hanya untuk mendukung jumlah siswa, tetapi juga untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan secara keseluruhan.
Dukungan dana ini mendorong sekolah penyelenggara untuk fokus pada tiga area utama yakni peningkatan kompetensi guru melalui pembiayaan pelatihan guru pendamping khusus, pendanaan untuk proses identifikasi dan asesmen siswa guna memahami kebutuhan belajar individu, serta pengadaan fasilitas penunjang seperti alat bantu spesifik, buku braille, atau modifikasi fisik ruang kelas yang ramah disabilitas.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. Langkah-langkah ini memastikan lingkungan belajar yang suportif dan akomodatif bagi seluruh 915 peserta didik," katanya.
Baca juga: 26.922 pelaku usaha di Tangerang dapat NIB gratis
