Serang (ANTARA) - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong peran ulama bersama pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Banten yang berakhlak dan kompetitif.
Menurutnya, ulama dan kiai memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan agama di tengah perkembangan zaman.
“Pembangunan SDM ini membutuhkan kolaborasi, tidak bisa pemerintah berjalan sendiri. Oleh karena itu, kita semua harus bersatu,” ujar Dimyati saat memberikan arahan pada Mukerda ke-V MUI Provinsi Banten di Kota Serang, Rabu.
Baca juga: Bangun SDM, Pemprov Banten komitmen perkuat kapasitas pesantren
Dimyati menilai masukan ulama sangat penting sebagai rujukan kebijakan publik, terutama dalam pembinaan kehidupan masyarakat.
“Rekomendasi ulama itu pasti mengandung kemaslahatan bagi masyarakat. Makanya saya selalu dengar dan taat terhadap apa yang dikatakan para ulama dan kiai,” ucapnya.
Ia berharap forum musyawarah MUI dapat melahirkan keputusan-keputusan yang memperkuat pendidikan keagamaan serta mendukung visi pembangunan daerah menuju Banten yang maju dan sejahtera.
Baca juga: Cegah hoaks, Polda Banten gandeng MUI perkuat mitigasi isu keagamaan
Ketua MUI Provinsi Banten Bazari Syam menyampaikan Mukerda menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program tahun berjalan dan penyusunan rancangan program 2026 yang berdampak langsung pada kualitas kehidupan masyarakat.
“Mudah-mudahan program kerja yang dibuat ini, selain dapat dilaksanakan dengan baik, juga bisa mendatangkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat Banten,” ujar Bazari.
Ia menegaskan MUI akan memperdalam kemitraan dengan pemerintah daerah, baik dalam peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi keumatan, maupun edukasi sosial keagamaan. “Kami akan turun langsung ke masyarakat, memberikan pemahaman, tausiah, dan upaya lainnya,” tuturnya.
Pemprov Banten menargetkan sinergi dengan ulama semakin memperkuat fondasi karakter generasi muda agar mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai moral dan keagamaan.
Baca juga: Pemkot Tangerang ajak MUI hadapi tantangan akhlak generasi muda
