Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan pembangunan dua sekolah khusus (SKh) negeri di Kabupaten Serang dan Kota Tangerang pada 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kebijakan ini diambil karena jumlah SKh negeri di Banten dinilai masih jauh dari kebutuhan.
Gubernur Banten Andra Soni di Kota Serang, Rabu menjelaskan saat ini hanya terdapat delapan SKh negeri, sementara sebagian besar layanan pendidikan khusus masih ditopang oleh sekolah swasta.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen perluas akses pendidikan inklusif
Ia menegaskan perlunya percepatan pembangunan unit sekolah baru agar pemerataan layanan pendidikan inklusif dapat tercapai.
“SKh negeri kita sangat terbatas, dan di Banten ini banyak SKh swasta. Program sekolah gratis juga menyasar sekolah-sekolah khusus swasta. Maka yang perlu kita optimalkan sekarang adalah pembangunan beberapa sekolah khusus,” kata Andra.
Pembangunan dua SKh baru akan ditempatkan di Padarincang, Kabupaten Serang, serta Cipondoh, Kota Tangerang. Andra berharap penambahan fasilitas pendidikan tersebut dapat memenuhi rasa keadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Supaya anak-anak berkebutuhan khusus mendapat keadilan dalam akses pendidikan,” ujarnya.
Baca juga: Banten kembangkan pariwisata inklusif lewat pelatihan pemandu difabel
Selain membangun sekolah baru, Pemprov juga menyiapkan penguatan kapasitas guru SKh. Andra menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dari perluasan layanan pendidikan disabilitas. Ia telah memberikan instruksi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk merancang program pelatihan khusus bagi tenaga pengajar.
“Peningkatan kapasitas, artinya setiap pegawai harus ditingkatkan kompetensi dan kapasitasnya. Tadi saya memberikan atensi khusus kepada Pak Kadis,” katanya.
Menurut Andra, penguatan layanan pendidikan khusus juga perlu didorong melalui dukungan moral dan ruang ekspresi bagi siswa. Dalam kesempatan ini, ia menyaksikan berbagai karya seni pelajar SKh dan mendengarkan pembacaan puisi bertema hak-hak disabilitas.
“Itu sudah menimbulkan harapan dan motivasi bagi mereka, dan tentu menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan lebih banyak lagi, lebih berdampak lagi bagi saudara-saudara kita, anak-anak istimewa,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Banten serahkan mobil operasional dukung pendidikan inklusif
