Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten menekankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak hanya fokus perizinan tetapi juga keamanan dan kesehatan menu yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tidak hanya perizinan yang harus diperhatikan, namun aspek keamanan pangan, kebersihan, dan sanitasi juga menjadi hal yang sangat penting. Dengan begitu, program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan terhindar dari risiko keracunan makanan,” kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman saat peresmian SPPG dikelola Yayasan Anak Pintar Sehat bekerja sama dengan BGN di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang di Tangerang, Selasa.
Pemkot komitmen mendukung pelaksanaan program MBG dari pemerintah pusat di daerah itu berjalan sesuai dengan standar dan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
"Ini adalah program nasional dan prioritas Presiden maka sudah jadi pasti kami dukung dalam mendukung suksesnya. Apalagi manfaatnya begitu besar," kata dia.
Baca juga: 100.753 siswa tercatat jadi penerima MBG di Kota Tangerang
Ia berharap, SPPG dapat terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat agar pelayanan MBG memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Tangerang.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, serta para pemangku kepentingan, kami optimistis dapur MBG dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Setelah peresmian SPPG itu, ia meninjau berbagai fasilitas SPPG, antara lain area penyimpanan bahan makanan, dapur masak, ruang pengemasan, ruang istirahat relawan, mushalla, ruang rapat, ruang kerja ahli gizi, serta ruang administrasi.
“Dapur MBG ini dirancang dengan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat. Dari hasil peninjauan, fasilitasnya telah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Selanjutnya, kami berharap operasionalnya dapat berjalan efektif dan konsisten,” kata Herman.
Baca juga: Perusahaan di Serang gelar anugerah jurnalistik terkait susu MBG
Kepala SPPG Sukasari M Ghazy menjelaskan dapur MBG yang dipimpinnya melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, terdiri atas siswa SMPN 16 Kota Tangerang, SMKN 4 Kota Tangerang beserta guru dan tenaga pendidik, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia juga memastikan telah mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk SPPG itu sebelum operasional, sesuai ketentuan BGN.
“Kami mulai beroperasi sejak 8 Januari 2026 dan telah mendaftarkan SLHS sebagai syarat wajib dari BGN. Total penerima manfaat sekitar 2.900 orang berasal dari SMPN 16 dan SMKN 4, sementara 100 lainnya diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” katanya.
