Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmen memperluas akses pendidikan inklusif sebagai bagian dari pembangunan yang adil bagi seluruh warga, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Penekanan itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat membuka Festival Sekolah Khusus Provinsi Banten Tahun 2025 di KP3B Curug, Kota Serang, Rabu.
Andra menilai pendidikan inklusif bukan sekadar layanan tambahan, melainkan jaminan pemenuhan hak dasar yang harus diberikan setara kepada semua anak.
“Pembangunan pendidikan yang inklusif merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan keadilan bagi seluruh warga tanpa kecuali. Pendidikan inklusif membuka kesempatan, membuka pemahaman, dan membuka masa depan bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Banten serahkan mobil operasional dukung pendidikan inklusif
Festival Sekolah Khusus menampilkan karya seni dan kreativitas anak berkebutuhan khusus, mulai dari tari, fashion show, pencak silat, hingga parade kontingen dari seluruh kabupaten dan kota.
Menurut Andra, ruang ekspresi tersebut penting untuk menunjukkan potensi besar yang dapat berkembang jika anak mendapatkan dukungan yang tepat. “Ini bukti bahwa anak-anak kita mampu berkembang bila diberi kesempatan, ruang, serta dukungan yang tepat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa aksesibilitas dan rasa aman di ruang publik harus dijamin bagi seluruh siswa, termasuk dari sekolah khusus. Dalam konteks kebijakan, Pemprov Banten disebut telah memasukkan sekolah khusus swasta sebagai penerima manfaat Program Pendidikan Gratis.
Baca juga: Pemprov Banten dorong kolaborasi pendidikan tingkatkan daya saing lulusan
“Kita juga sedang membangun beberapa sekolah khusus di Padarincang, SKh 01 Kabupaten Serang dan kita juga akan membangun di Cipondoh, Kota Tangerang,” ungkapnya.
Andra menyampaikan apresiasi kepada para guru sekolah khusus dan orang tua yang menjadi pendamping utama anak-anak berkebutuhan khusus. “Terima kasih atas pengabdiannya. Terima kasih yang luar biasa kepada para orang tua. Karena bapak dan ibu luar biasa terpilih untuk anak-anak istimewa,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin menambahkan, festival tahun ini menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan khusus sekaligus mendorong kreativitas siswa. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai sekolah khusus di Banten.
Baca juga: 2.600 aktivis Kota Tangerang dioptimalkan cegah kekerasan anak
