Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan kendaraan operasional untuk Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 03 Lebak, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus saat mengunjungi lokasi tersebut.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses antar jemput siswa dan menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Semoga kendaraan ini dapat bermanfaat dan membantu para siswa,” ujar Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu.
Baca juga: Gubernur Andra Soni jamin warga miskin tetap dilayani meski DTSEN berubah
Pendidikan inklusif menjadi bagian penting dari prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pemerataan layanan pendidikan, kata dia, tidak boleh meninggalkan anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Hal itu termasuk untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi terhadap para guru dan orang tua yang berperan aktif mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.
“Semua anak-anak kita istimewa, termasuk anak-anak yang saat ini mengikuti pendidikan di SKhN 03 Lebak. Orang tua yang memberikan kesempatan bagi anaknya agar setara dengan anak-anak lain adalah sosok luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen kembangkan olahraga bagi disabilitas
Andra Soni turut memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah mewakafkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Saya yakin sekolah khusus membutuhkan guru-guru yang sabar, berintegritas, dan memiliki komitmen melayani masyarakat. Terima kasih kepada keluarga almarhum yang telah mewakafkan 11.000 meter persegi untuk sarana pendidikan,” ucapnya.
Kepala SKhN 03 Lebak, Suyadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Banten. Ia menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2015 itu kini melayani 76 siswa dari wilayah Malingping, Cijaku, hingga Wanasalam.
Sebelum adanya kendaraan operasional, guru kerap menjemput siswa menggunakan motor atau mobil pribadi.
“Karena tidak ada kendaraan umum, kami menjemput siswa. Ada guru yang kadang membawa satu siswa dengan motor, dan yang menggunakan mobil membawa satu hingga dua siswa yang searah. Terima kasih atas bantuan kendaraan operasionalnya, semoga ini dapat bermanfaat untuk menjemput para siswa nantinya,” kata Suyadi.
Bantuan kendaraan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Banten memperkuat layanan pendidikan inklusif dan pemerataan akses pendidikan di wilayah selatan Banten, sekaligus mendorong peran sekolah khusus sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak istimewa.
Baca juga: Generasi muda Banten diajak jadi penentu sejarah bangsa
