Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama di wilayah selatan seperti Pandeglang dan Lebak.
Langkah ini ditempuh dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten sebagai mitra strategis dalam mencetak sekaligus mendistribusikan dokter spesialis ke seluruh daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti di Serang, Rabu, menjelaskan kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, yakni Faskin Kita (Fasilitas Kesehatan untuk Kita).
“Kita sedang menyiapkan dua mekanisme untuk mencetak dokter spesialis, yaitu melalui jalur universitas dan jalur rumah sakit atau hospital-based study. Saat ini lima fakultas kedokteran di wilayah Banten sedang berbenah untuk membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),” kata Ati.
Baca juga: Pemprov Banten beri tunjangan kelangkaan untuk menarik dokter spesialis
Ia menuturkan, sistem hospital-based study memungkinkan dokter umum yang bekerja di rumah sakit untuk sekaligus menempuh pendidikan spesialisasi tanpa meninggalkan pekerjaan.
“Beberapa rumah sakit sedang kami siapkan, salah satunya RSUD Kabupaten Tangerang yang akan menjadi tempat pendidikan dokter spesialis anak. Setiap rumah sakit akan memiliki fokus bidang spesialis yang berbeda, dan diharapkan program ini dapat berjalan pada tahun 2026,” ujarnya.
Selain jalur rumah sakit, Pemprov Banten juga mendorong universitas seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk membuka pendidikan dokter spesialis. Untuk tahap awal, Untirta direncanakan membuka dua hingga tiga program spesialisasi pada 2026 atau 2027.
Ati menegaskan, kebijakan tersebut dibarengi pemetaan kebutuhan tenaga medis di wilayah selatan Banten agar pelayanan kesehatan merata hingga pelosok.
“Kami sudah menginventarisasi kebutuhan tenaga dokter di Pandeglang dan Lebak. Dengan dukungan IDI, kami optimistis bisa mewujudkan Banten Sehat melalui pemerataan tenaga medis dan peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
Baca juga: Catat, anak perempuan lebih berisiko alami gangguan penglihatan
Ketua IDI Wilayah Banten terpilih masa bakti 2025–2028, dr Moch Rifky, menyatakan kesiapan IDI untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pemerataan dokter spesialis.
“Ada sekitar 13 ribu dokter di Banten. IDI siap bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan para dokter ini melayani masyarakat secara merata, tidak hanya terpusat di Tangerang,” katanya.
Ia menambahkan, IDI yang menaungi 34 perhimpunan dokter spesialis berkomitmen membantu pemerintah mengisi kekurangan tenaga ahli di daerah.
“Kami juga akan mendorong fakultas kedokteran di Banten, terutama Untirta, agar dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis. Jika Banten mampu memproduksi dokter spesialis sendiri, maka penempatan sesuai kebutuhan daerah akan lebih mudah,” ujarnya.
Pemprov Banten menargetkan program ini menjadi tonggak peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota. Sinergi antara pemerintah daerah, IDI, Kementerian Kesehatan, dan universitas diyakini akan memperkuat daya saing sektor kesehatan di Banten.
Baca juga: Gubernur Banten lantik 22 CPNS lulusan IPDN tekankan integritas
