Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap stunting, salah satu langkah strateginya yaitu melaksanakan lima pilar strategi STBM  cegah stunting. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti di Serang, Kamis mengatakan, stunting masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di Provinsi Banten.

Menurut WHO dan pemerintah Indonesia, kata dia, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. 

"Dampaknya sangat luas, mulai dari gangguan perkembangan otak, penurunan kecerdasan, hingga risiko penyakit degeneratif di masa dewasa," kata Ati.

Baca juga: Turunkan stunting, Pemprov Banten libatkan Himbara

Ati mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Banten dalam upaya pencegahan stunting yakni melalui STBM.

"Apa Itu STBM dan Mengapa Penting untuk Cegah Stunting?" katanya.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau (STBM) adalah pendekatan nasional yang menekankan perubahan perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat.

STBM telah diadopsi sebagai strategi utama pencegahan stunting karena faktor lingkungan dan perilaku memiliki kontribusi signifikan terhadap angka stunting di Indonesia.

STBM terdiri dari 5 pilar utama yakni pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), kedua Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), ketiga Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM - RT), keempat Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT) dan kelima Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT).

"Setiap pilar berperan penting dalam memutus rantai penularan penyakit yang berkontribusi pada stunting, seperti diare, infeksi parasit, dan penyakit saluran pencernaan lainnya," kata Ati.

Baca juga: Dinkes Serang gencarkan CKG, hipertensi serta obesitas jadi temuan

Menurutnya, penelitian menunjukkan bahwa intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih, berkontribusi hingga 80 persen dalam pencegahan stunting, jauh lebih besar dibandingkan intervensi spesifik seperti suplementasi gizi yang hanya 20 persen. 

"WHO dan berbagai studi juga menegaskan bahwa akses air bersih, perilaku cuci tangan, dan pengelolaan limbah rumah tangga sangat krusial dalam menurunkan angka stunting," katanya.

Berikut adalah kaitan antara 5 Pilar STBM dengan kontribusi terhadap pencegahan stunting.

Pilar 1 "STOP BABS" mengurangi risiko infeksi saluran cerna, mencegah diare kronis. Kemudian Pilar 2 CTPS menghentikan penularan kuman/patogen melalui tangan. Pilar 3 PAMMRT, Menjamin kebersihan air dan makanan, mencegah keracunan & infeksi. Pilar 4 PSRT mencegah binatang/vektor penyakit berkembang biak dan terakhir Pilar 5 PLCRT mencegah kontaminasi air tanah, mengurangi infeksi lingkungan. (Adv ISKKPL Dinkes Prov. Banten)

Baca juga: Siapkan Generasi Emas 2045, Pemkab Lebak utamakan pencegahan stunting



Pewarta: Mulyana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026