Tangerang (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Banten mengoptimalkan program Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk menekan angka pengangguran lulusan SMK dengan memperluas kerjasama dengan perusahaan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan di Tangerang Senin mengatakan berdasarkan data BPS, program BKK berhasil menurunkan jumlah pengangguran lulusan SMK dari 34.711 orang di tahun 2024 menjadi 15.959 orang di tahun 2024.
Oleh karena itu program BKK akan terus dioptimalkan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja agar bisa disiapkan sejak dini oleh sekolah khususnya SMK.
"Ketika program BKK di gelar, pelajar sudah bisa mengetahui jenis pekerjaan yang akan dipilih sesuai dengan keterampilan yang dimiliki dan pelajari dari sekolah," katanya.
Baca juga: Pemasangan 750 titik PJU baru di Kota Serang ditargetkan rampung tahun ini
Disnaker Kota Tangerang mencatat program BKK sudah terbentuk di 122 SMK dari 130 SMK se-Kota Tangerang baik swasta maupun negeri.
Berdasarkan data Provinsi Banten, secara persentase kepemilikan BKK SMK Kota Tangerang ini, menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kota kabupaten lainnya.
Tak hanya penambahan jumlah perusahaan, Disnaker juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas petugas BKK agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal dalam menjembatani hubungan pendidikan dan dunia usaha.
"Program BKK Kota Tangerang juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian dan kita akan terus optimalkan agar bisa menyerap lulusan SMK di Kota Tangerang," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang beri pelatihan pengurus 104 KMP jalankan bisnis
Ujang juga mengatakan, Disnaker Kota Tangerang sedang menambahkan layanan pelatihan bahasa Jepang di laboratorium terkait adanya lowongan dan permintaan tenaga kerja dari luar negeri.
"Ada kabar baik dari agensi Jepang terkait permintaan tenaga kerja di Indonesia. Maka itu kita akan tambah pelatihan di laboratorium yang ada guna memenuhinya," kata Ujang.
Ujang mengatakan nantinya pelatihan yang ada akan dilaksanakan selama tiga bulan. Tak hanya bahasa Jepang, laboratorium juga mengoptimalkan pelatihan bahasa Inggris agar bisa menyesuaikan kebutuhan permintaan pasar nantinya.
Bahkan, Disnaker Kota Tangerang juga bekerjasama Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMA/SMK agar menyiapkan pelatihan bahasa Jepang dan Inggris sehingga para lulusan sudah memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar.
Baca juga: Pemkot Tangsel harap kerja sama pengelolaan sampah di TPPAS Bogor berlanjut
"Bagi lulusan SMA yang telah terseleksi melalui BKK, informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui grup alumni masing-masing," katanya.
Wali kota Tangerang Sachrudin menambahkan kerja sama perusahaan dan BKK SMK merupakan langkah konkret untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
"Langkah ini adalah bentuk nyata kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda dibekali keterampilan yang relevan dan siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri dan kompetensi yang mumpuni," tambahnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang terjunkan tim pastikan tak ada kenaikan harga beras
