Tangerang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten akan melakukan evaluasi kinerja 31 perusahaan melalui kegiatan inspeksi mendadak terkait pengendalian lingkungan dalam rangka mencegah pencemaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Senin, mengatakan kegiatan evaluasi dilakukan oleh enam tim dan menjadi bagian program kerja Satgas Langit Biru di Kota Tangerang usai diresmikan Menteri Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
"Kita sudah siapkan tim evaluator program penilaian peringkat kinerja perusahaan (Proper) untuk mengecek pengendalian pencemaran air, udara, limbah, bahan berbahaya dan beracun (B3), sampai tata kelola persampahan," kata Wawan.
Baca juga: DLH Kota Tangerang ubah 21 TPS liar jadi area hijau
Ia menuturkan tim evaluator akan melakukan inspeksi mendadak mulai bulan ini hingga September 2025 untuk menginspeksi kualitas hasil produksi, khususnya uji emisi dan limbah.
Pemkot Tangerang mulai melakukan proses inventarisasi emisi bersama tenaga ahli untuk memetakan potensi pelanggaran dan pencemaran lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Tak hanya itu, unsur kelurahan, kecamatan dan Satpol PP juga terlibat aktif dalam melakukan pemantauan dan segera melakukan pelaporan jika ada dugaan pencemaran untuk ditindaklanjuti Satgas Langit Biru.
"Kami memastikan dukungan dari perangkat kewilayahan saat ini sudah berjalan matang, sehingga dipastikan Satgas Langit Biru dapat menjalankan tugas pengendalian pencemaran lingkungan udara secara maksimal," katanya.
Baca juga: Cek cerobong di kawasan industri, Pemkot Tangerang terjunkan Satgas Langit Biru
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Satgas Langit Biru dibentuk sebagai bagian dari strategi Kota Tangerang menuju kota hijau dan layak huni.
Satgas Langit Biru terdiri atas lintas sektor di seluruh elemen Kota Tangerang, antara lain DLH, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan, Dishub, BPBD, Disperkimtan, Disperindagkop, DPUPR, Satpol PP, Diskominfo, camat, lurah, Kesbangpol, Polres Metro Tangerang Kota, hingga perusahaan Proper Biru dan Hijau.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Satgas bukan hanya milik pemerintah, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk langit yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah pastikan warga meninggal bukan karena limbah pabrik
