Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, siap membantu segala urusan dan kebutuhan keluarga Capt. Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), yang mengalami kecelakaan udara di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (17/1).
"Mudah-mudahan nanti bila ada kebutuhan (keluarga) soal administrasi dan lain sebagainya, kami siap bantu. Tinggal koordinasi dengan pemda," kata Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah di Tangerang, Senin.
Wabup Intan juga menyampaikan belasungkawa dan doa terbaik kepada korban kecelakaan pesawat yang melibatkan pilot pesawat ATR 42-500 asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang tersebut.
"Kami turut berduka atas berpulangnya Kapten Andy Dahananto, putra daerah Kabupaten Tangerang, yang mengabdikan hidupnya pada profesi dengan penuh tanggung jawab," ucapnya.
Baca juga: Wabup Tangerang sampaikan belasungkawa atas gugurnya pilot ATR 42-500
Intan mendoakan agar proses pencarian dan identifikasi para korban bisa berjalan lancar serta ada informasi baik atas tragedi tersebut. Selain itu ia berharap kepada keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat dalam menjalani cobaan.
"Saya doakan saja yang terbaik, karena sampai saat ini kan belum ditemukan jenazahnya, dan semoga keluarga diberikan kesabaran dan bahan," ujarnya.
Menurutnya, kejadian yang dialami korban bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah akan hadir untuk menyampaikan empati serta dukungan moral bagi pihak keluarga yang tengah berduka.
Ia berharap agar proses penanganan di lapangan, termasuk pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban, dapat berjalan cepat dan optimal oleh seluruh unsur yang terlibat.
Baca juga: Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kembali ditemukan
Selain itu Wabup Intan menegaskan peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama terkait pentingnya penguatan aspek keselamatan transportasi udara.
"Pemkab Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak atas musibah tersebut," kata dia.
Sebelumnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Baca juga: Keluarga pilot harapkan ada mukjizat dalam kecelakaan ATR 42-500
