Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Banten mengimbau masyarakat untuk tetap waspada khususnya pada potensi penyakit yang kerap muncul di masa peralihan cuaca.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Selasa, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kota Tangerang akan didominasi cuaca cerah berawan hingga akhir pekan.
Menurut data prakiraan cuaca BMKG, suhu udara harian di Kota Tangerang diperkirakan berada pada kisaran 24 derajat celcius hingga 33 derajat celcius dengan kelembapan berkisar antara 50 persen hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan rata-rata 10–20 km/jam.
Baca juga: Mitigasi banjir, BPBD ajak partisipasi masyarakat periksa rumah pompa
Tidak terdapat indikasi gangguan cuaca signifikan di wilayah Kota Tangerang, dalam sepekan ke depan. Cuaca cerah berawan diperkirakan akan terus mendominasi.
"Peluang hujan sangat kecil, namun warga tetap kami imbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama pada sore hingga malam hari,” katanya.
Mahdiar juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, mengingat suhu panas pada siang hari dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan jika beraktivitas di luar ruangan terlalu lama.
"Gunakan pelindung seperti topi dan tabir surya jika beraktivitas di bawah sinar matahari langsung," katanya.
Baca juga: Satlinmas Kota Tangerang dilatih penanggulangan bencana
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan berbagai masalah kesehatan yang muncul usai musim banjir biasanya diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit kulit dan demam berdarah.
Adapun beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah membersihkan rumah dari sampah dan kotoran lainnya yang terbawa banjir ke tempat sampah, dan bersihkan berbagai tempat seperti dinding dan lantai dengan disinfektan
Lalu, menghindari menggunakan sumber air seperti air sumur dan keran. Karena dikhawatirkan telah terjadi kontaminasi zat yang tidak sehat bagi tubuh.
Baca juga: Cuaca mayoritas kota besar diprakirakan berawan
Memakai alat pelindung beralas keras seperti sepatu apabila berjalan di genangan air, serta menutup berbagai akses yang berpotensi menjadi sarang hewan, seperti tikus. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat dan bergizi, serta istirahat yang cukup
Kemudian, melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak, apabila mengalami luka saat melakukan pembersihan maupun evakuasi
"Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pengobatan bila mengalami keluhan kesehatan setelah banjir, karena deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi," katanya.
Baca juga: 586 titik panas terdeteksi di Riau dan 1.208 di Sumatera
