Pandeglang (AntaraBanten) - Kegiatan bazar yang digelar di alun-alun Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dijadikan ajang untuk promosi investasi, terutama bagi kalangan usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM).
"Tujuan kami menggelar bazar ini selain untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, juga sebagai media penyebarluasan informasi, promosi dan peluang investasi," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Pandeglang A Fahmi Sumanta di Pandeglang, Selasa.
Menurut dia, banyak peluang investasi yang bisa digarap oleh kalangan UMKM, diantaranya bidang pertanian maupun pengolahan makan yang contohnya dijajakan dalam bazar tersebut.
Untuk bidang pertanian, kata dia, kalangan UMKM bisa berinvestasi dalam bidang pengembangan padi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kemudian, kata dia, pengolahan makan banyak bahan baku yang bisa diolah seperti talas beneng, pisang ataupun jenis umbi-umbian lainnya.
"Dalam bazar ini juga dijajakan contoh makanan olehan berbahan baku produk pertanian. Sebenarnya ini potensian menjadi pilihan usaha kalangan UMKM," ujarnya.
Ia juga menyatakan, jumlah UMKM di Kabupaten Pandeglang cukup banyak tersebar di 35 kecamatan dengan usaha yang dikenuni beraneka ragam.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pandeglang Olis Solihin menyatakan, jumlah pelaku UMKM di daerah itu mencapai 48 ribu.
Menurut dia, UKM tersebut merupakan potensial menjadi kekuatan yang akan mempu mendorong perkembangan ekonomi di Kabupaten Pandeglang.
Karena itu, kata dia, Dinas Koperasi dan UMKM terus membina pelaku UKM tersebut sehingga diharapkan bisa lebih berkembang.
Pembinaan UMKM, kata dia, dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan oleh UMKM tersebut.
"Untuk yang bergerak pada bidang perdanganan pembinaannya dilakukan oleh Disperindagpas, sedangkan kita lebih pada yang bergerak di bidang industri rumah tangga," katanya.
Ia menjelaskan, UMKM yang bergerak di bidang industri rumah tangga juga cukup banyak, diantaranya pembuatan emping melinjo, anyaman, sepatu, pembuatan ikan asin dan cindera mata.
Mengenai pola pembinaan yang dilakukan, menurut dia, disamping secara teknis usaha mulai cara pengelolaan dan pengepakan hingga bantuan permodalan.
