Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menargetkan sebanyak 1.700 warga di daerah itu mengikuti program pelatihan kerja pada 2026 agar bisa terserap industri maupun membuka usaha baru.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa, mengatakan penyerapan peserta program pelatihan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk bisa direkrut sebagai karyawan di perusahaan, apabila mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kinerja yang baik selama masa pelatihan.
"Program ini juga bertujuan menekan angka pengangguran dan kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan dari target sebanyak 1.700 peserta mengikuti program pelatihan ini, terdapat 608 orang diantaranya akan masuk dalam pelaksanaan pelatihan Wirausaha Baru (WUB), dimana jumlah ini direncanakan akan terus ditingkatkan pada tahun mendatang.
Baca juga: BPBD Tangerang beri pelatihan pegawai SPPG penanganan kebakaran
Sebagai bentuk komitmen, lanjut Maesyal, saat ini Pemkab Tangerang telah menyerahkan peralatan usaha kepada para WUB melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang di Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti.
"Di BLK Jayanti ini ada sekitar 142 peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Kami juga telah bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk membuka kesempatan pemagangan. Selama satu bula, peserta bisa belajar langsung di perusahaan dengan jaminan transportasi dan uang saku," jelasnya.
Bupati menegaskan keberadaan BLK, baik di Jayanti maupun di Jati Mulya, Kosambi, menjadi sarana strategis dalam menyiapkan tenaga kerja, sesuai dengan kebutuhan industri yang dibutuhkan, dimana berbagai jenis pelatihan disediakan, mulai dari servis AC, otomotif (motor dan mobil), forklift, tata boga, menjahit, hingga barista.
"Tidak semua bisa terserap di perusahaan karena keterbatasan kapasitas. Oleh karena itu kami juga dorong lahirnya wirausaha baru. Setelah pelatihan, mereka langsung kami fasilitasi dengan peralatan usaha agar bisa segera berproduksi dan memperoleh penghasilan," kata dia.
Baca juga: Mantan napiter di Banten dibekali keterampilan servis AC
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana menyampaikan program WUB merupakan bagian dari strategi perluasan kesempatan kerja yang berfokus pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2026 telah dibentuk sekitar 608 WUB yang terbagi dalam 38 angkatan dengan berbagai bidang usaha, seperti menjahit garmen, bengkel otomotif, las listrik, instalasi listrik, servis AC, tata rias, barista, serta sektor kuliner seperti bakeri, tempe, dan sate bandeng.
"Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pelatihan teknis dan kewirausahaan di BLK, pembekalan dan motivasi usaha, serta pemberian bantuan peralatan usaha," katanya.
Baca juga: Disnakertrans Banten siapkan program unggulan, pelatihan salah satunya
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026