Serang (ANTARA) - Sebanyak 19 mantan narapidana terorisme (napiter) mendapatkan pembekalan keterampilan sebagai teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

Pembekalan tersebut diinisiasi oleh Densus 88 Antiteror Polri dan didukung oleh PT Astra International.

Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando, dalam keterangan yang diterima di Serang, Kamis, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya reintegrasi sosial bagi para mantan napiter setelah mereka secara resmi mengucap ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui ideologi Pancasila.

"Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: 107 eks jaringan JI dan JAD ucap ikrar setia NKRI di Banten

Pelatihan ini merupakan wujud program pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 serta tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada 19 November 2024.

Jaka menjelaskan, profesi teknisi AC dipilih karena tingginya permintaan jasa perawatan dan perbaikan pendingin udara di Indonesia, baik untuk skala rumah tangga maupun perkantoran.

Guna memastikan kemandirian ekonomi, setiap peserta langsung dibekali seperangkat alat servis AC sehingga dapat segera bekerja atau membuka usaha usai pelatihan.

"Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut merangkul perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah wilayah Banten," katanya.

Baca juga: Sembilan napiter Lapas 1 Surabaya ucapkan ikrar setia NKRI

Keterlibatan lintas organisasi ini dirancang untuk memperkuat proses saling mengenal, menghapus stigma, dan memperlancar reintegrasi para eks napiter agar dapat diterima kembali di tengah masyarakat.

Menariknya, pelatihan angkatan ke-6 ini juga melibatkan para alumni program yang telah sukses membangun usaha mandiri. Dua alumni tersebut, yakni Kusnadi asal Serang dan Kartono asal Bogor, kini dipercaya sebagai asisten pelatih untuk membagikan ilmu sekaligus memotivasi peserta.

Program deradikalisasi melalui pemberdayaan ekonomi ini merupakan implementasi nyata dari strategi pendekatan lunak yang dikedepankan Densus 88. Melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta pendampingan berkelanjutan, upaya penanggulangan terorisme dinilai membuahkan hasil yang positif.

Keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat ini terbukti nyata dari capaian zero attack (ketiadaan serangan teror) di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, diiringi dengan tren penurunan angka penangkapan kasus tindak pidana terorisme.

Baca juga: "Smart farming" disebut tingkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026