Kabupaten Tangerang, Banten (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan yang terdampak dinamika geopolitik global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Resmiyati Marningsing di Tangerang, Banten, Selasa, mengatakan sebagai respons dari kenaikan harga pangan global tersebut, pihaknya kini fokus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga komoditas di pasaran.

"Ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang layak," katanya.

Baca juga: Pemprov Banten kembangkan 9.000 hektare lahan jagung di Lebak

Selain itu, pemerintahannya juga meluncurkan program Warteksi (Warung Tekan Inflasi) Gemilang 2026, yang dilaksanakan serentak selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026, bertempat di dua titik strategis yaitu Gerai Tangerang Gemilang (GTG) dan Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug.

Menurutnya, Warteksi hadir dengan konsep yang lebih fleksibel menyerupai warung pada umumnya, yang mana masyarakat bebas memilih komoditas yang dibutuhkan tanpa sistem paket wajib dengan harga yang terjangkau.

"Bahan pokok yang disediakan dengan harga yang jauh lebih murah melalui subsidi yang cukup besar," tuturnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyediakan subsidi besar dengan melepas komoditas pokok sebanyak 1.915 kilogram bahan pangan guna meringankan beban masyarakat.

"Subsidi ini membuat harga sejumlah bahan pokok turun jauh dari harga pasar," ujarnya.

Baca juga: Harga beras SPHP tak naik, tapi pembelian maksimal 5 pak

Dia menekankan bahwa target utama dari Warteksi Gemilang adalah menjaga stabilitas ekonomi makro di wilayah Kabupaten Tangerang dan program ini terbuka bagi seluruh masyarakatnya.

"Harapan kami, daya beli masyarakat meningkat karena harga yang murah, dan yang terpenting adalah stabilitas ekonomi khususnya di Kabupaten Tangerang menjadi semakin kokoh dan inflasi tetap terkendali," kata dia.

Adapun untuk harga pangan yang disubsidi pada program Warteksi Gemilang antara lain beras premium 2 kg hanya Rp7.000 dari harga pasar Rp30.200 (subsidi Rp23.200), minyak goreng Rp13.500, dari harga pasar Rp23.000 (subsidi Rp9.500), dan gula pasir hanya Rp12.000 dari harga pasar Rp19.000 (subsidi Rp7.000).

Selanjutnya, bawang putih hanya Rp15.000 dari harga pasar Rp35.000 (subsidi Rp20.000), bawang merah Rp25.000 dari harga pasar Rp45.000 (subsidi Rp20.000), cabai merah keriting Rp30.000, dari harga pasar Rp50.000 (subsidi Rp20.000), cabai rawit merah Rp35.000 dari harga pasar Rp55.000 (subsidi Rp20.000), dan cabai rawit hijau Rp35.000 dari harga pasar Rp55.000 (subsidi Rp20.000).

Baca juga: Dukung swasembada pangan, Pemkab Lebak cetak sawah baru 217 hektare



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026