Serang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten menyiapkan sejumlah program unggulan dalam upaya peningkatan SDM ketenagakerjaan salah satunya melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
"Salah satu program yang terus kita tingkatkan yakni pelatihan-pelatihan. Ini disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Septo Kalnadi di Serang, Rabu.
Ia mengatakan pada 2026 Disnakertrans Banten membuka kuota pelatihan kerja di BLK dengan beragam pelatihan kompetensi berjumlah sekitar 600 orang untuk program provinsi. Jumlah tersebut belum termasuk program kabupaten/kota dan juga dari pusat.
Menurut Septo, Disnakertrans Banten tahun sebelumnya menyelenggarakan pelatihan yang dilangsungkan dalam tiga angkatan atau tiga gelombang dengan jumlah masing-masing gelombang sebanyak 200 orang.
"Ada 13 kejuruan yang bisa dipilih dalam pelatihan ini," kata Septo.
Baca juga: Pemprov Banten berharap peringatan Hari Buruh berjalan damai dan kondusif
Pelatihan tersebut di antaranya kejuruan teknis mesin bubut/CNC, las (SMAW/GMAW), listrik, otomotif (motor/mobil), IT, menjahit, hingga tata rias
Septo mengatakan, Disnakertrans telah mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Desk Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten Tahun 2027 terkait program unggulan.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah, sekaligus forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas antar perangkat daerah demi mewujudkan pembangunan Provinsi Banten yang terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut Septo mengatakan bahwa Disnakertrans berkomitmen untuk terus mendorong program-program unggulan di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi agar selaras dengan visi pembangunan daerah tahun 2027, khususnya dalam peningkatan kualitas tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan daya saing sumber daya manusia di Provinsi Banten.
"Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merancang kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat," kata Septo.
Baca juga: Disnakertrans Serang imbau perusahaan disiplin lapor info lowongan kerja
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta agar dua indikator utama bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi di Provinsi Banten dapat dipenuhi. Yakni terkait peningkatan serapan tenaga kerja terlatih dan peningkatan perlindungan tenaga kerja sesuai norma dan ketentuan. Keduanya menjadi indikator strategis yang bersifat krusial untuk peningkatan mutu tenaga kerja.
“Ada dua indikator utama yang harus dicapai Disnakertrans, yaitu meningkatkan serapan tenaga kerja terlatih di pasar kerja baik di dalam maupun luar negeri, dan meningkatkan perlindungan tenaga kerja sesuai norma yang berlaku,” kata Deden Apriandhi di Forum OPD Disnakertrans Provinsi Banten.
Deden mengatakan, dua indikator itu menjadi amanat Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2030. Meski terlihat sederhana, tantangan dalam pencapaiannya membutuhkan komitmen berbagai pihak. Terutama menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang berkembang, turut mempengaruhi pencapaian target dua indikator tersebut.
"Sehingga, kami mengharapkan ada masukan dan saran dalam forum ini, agar kedua indikator itu bisa dicapai," katanya.
Baca juga: Pemkab Serang masifkan sosialisasi jalur resmi guna lindungi PMI
Di satu sisi, potensi Provinsi Banten terhadap sektor investasi, harus mampu ditangkap dengan baik. Khususnya dalam upaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Banten.
"Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua agar pemerintah daerah bisa lebih banyak membuka peluang kerja,” katanya menjelaskan.
Oleh karena itu, Deden mendorong beberapa langkah strategis sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan. Termasuk penguatan komunikasi dengan para investor yang akan menanamkan modal di Provinsi Banten.
Terkait pengembangan SDM, ia juga menyampaikan pentingnya konsep "link and match" antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Koordinasi dengan SMK serta optimalisasi Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) harus terintegrasi agar peningkatan keterampilan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
“Penyesuaian dengan kebutuhan lapangan kerja itu penting. Link and match antara sekolah-sekolah dengan perusahaan harus berjalan agar lulusan siap terserap,” kata Deden (Adv).
Baca juga: Kadisnakertrans: pendidikan vokasi banyak keunggulannya untuk siap kerja
Pewarta: Bayu KuncahyoEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026