Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan Kota Layak Anak (KLA) merupakan komitmen moral bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya secara utuh.

"Mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, perlindungan, hingga partisipasi," kata Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA di Aula Lantai 4 Gedung Cisadane Kota Tangerang, Kamis.

Wakil Wali Kota mengatakan, pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia mengatakan anak-anak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa dan daerah. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga penentu arah kemajuan di masa mendatang.

Baca juga: Wali Kota Tangerang apresiasi kerja kolektif dalam penghargaan KLA

Pemenuhan hak anak, kata dia, bukan tanggung jawab perangkat daerah saja, melainkan kerja kolektif seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

“Isu seperti stunting, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penyediaan ruang bermain ramah anak harus ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maryono, juga mengapresiasi capaian Kota Tangerang yang telah meraih enam penghargaan KLA sejak 2017 hingga 2023, serta kembali meraih kategori Nindya pada tahun 2025.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa masih ada pekerjaan besar, terutama dalam memastikan pemerataan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“Kita ingin Kota Tangerang bukan hanya disebut sebagai KLA, tetapi benar-benar dirasakan layak oleh setiap anak hingga ke lingkup terkecil,” ujarnya.

Baca juga: Banten raih predikat Provinsi Layak Anak lima tahun beruntun

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Tihar Sopian memastikan agar kolaborasi lintas sektoral dapat berjalan sinergi dengan indikator pembangunan KLA.

”Kami juga menyusun strategi ke depannya dalam rangka mengejar target naik kelas ke kategori Utama. Target ini tidak akan bisa direalisasikan tanpa kerja sama yang erat lintas sektor, termasuk masyarakat,” katanya.

Tim Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hamid Pattilima menjelaskan, Kota Tangerang sudah mempunyai kualitas yang cukup baik sebagai daerah paling ramah anak kedua di Provinsi Banten.

"Pastinya, kami berharap ke depannya kolaborasi lintas sektoral ini bisa terus berjalan, khususnya melibatkan masyarakat untuk mewujudkan KLA di Kota Tangerang,” ujarnya.

Baca juga: Sachrudin sebut Kota Layak Anak bukan sekedar gelar tapi aksi nyata



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026