Serang, Banten (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Ameriza M Moesa menyatakan pengoptimalan sektor pertanian dan pariwisata di wilayah selatan merupakan strategi utama untuk mengikis ketimpangan ekonomi antarwilayah di provinsi tersebut.
Ameriza di Serang, Banten, Selasa, menyebutkan saat ini kapasitas ekonomi Banten belum terpakai secara maksimal.
Padahal, wilayah Banten selatan memiliki sumber daya alam melimpah yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi jika digarap secara serius.
"Kita punya potensi besar di bidang wisata dan pertanian dalam arti luas, tapi belum tergali secara optimal. Pembangunan infrastruktur di selatan harus menjadi momentum untuk menarik investasi masuk ke sektor ini," ujar Ameriza.
Baca juga: Kebutuhan uang tunai Natal dan Tahun Baru 2026 naik 15,7 persen
Berdasarkan data yang dipaparkan, kontribusi wilayah selatan, khususnya Kabupaten Lebak dan Pandeglang, terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Banten hanya berkisar 6 persen.
Angka tersebut cenderung stagnan dan persisten selama 20 tahun terakhir, menciptakan jurang pemisah yang lebar dengan wilayah utara yang didominasi industri dan properti.
Untuk mengubah struktur ekonomi tersebut, Ameriza menekankan perlunya pemerintah daerah menyiapkan skema insentif atau pemanis bagi para investor.
Langkah ini diperlukan agar penanaman modal tidak lagi menumpuk di wilayah utara, melainkan menyebar ke selatan.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen perkuat sinergi kebijakan jaga stabilitas ekonomi
Ia menilai pengembangan wilayah selatan melalui dua sektor unggulan tersebut akan memberikan dampak ganda.
Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, langkah ini menjadi jawaban atas paradoks ekonomi Banten, di mana pertumbuhan tinggi kerap diikuti dengan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan akibat ketidakmerataan pembangunan.
"Disparitas ini menjadi penghambat. Jika wilayah selatan berkembang, akan terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan dinikmati masyarakat luas," sebutnya.
Baca juga: ANTARA-BI Banten cegah uang palsu lewat edukasi pengemudi ojol
