Serang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten memproyeksikan kebutuhan uang tunai masyarakat di wilayah itu untuk perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami kenaikan sekitar 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten, Ameriza M. Moesa di Serang, Rabu, mengatakan, pihaknya menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp2,69 triliun untuk momen akhir tahun ini.
Angka tersebut meningkat dari realisasi kebutuhan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp2,32 triliun.
"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka Rp2,69 triliun ini naik sekitar 15,7 persen dari kebutuhan sebelumnya yakni Rp2,32 triliun," ujar Ameriza.
Ameriza merinci komposisi uang yang disiapkan terdiri dari Rp2,55 triliun untuk uang pecahan besar (UPB) seperti pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.
Baca juga: ANTARA-BI Banten cegah uang palsu lewat edukasi pengemudi ojol
Sementara sisanya sebesar Rp140 miliar dialokasikan untuk uang pecahan kecil (UPK) mulai dari Rp20.000 ke bawah.
Menurut Ameriza, dominasi kebutuhan uang pecahan besar tersebut wajar terjadi pada momen pergantian tahun karena pola konsumsi masyarakat saat Natal dan Tahun Baru lebih berorientasi pada kebutuhan akomodasi liburan dan perjalanan, berbeda dengan pola saat Idul Fitri yang banyak membutuhkan pecahan kecil untuk tradisi berbagi.
"Saat tahun baru orang lebih butuh uang besar untuk bepergian, kecuali nanti saat Lebaran baru banyak yang mencari pecahan kecil," katanya.
Guna memastikan distribusi uang lancar, BI Banten menyediakan layanan kas keliling untuk penukaran uang bagi masyarakat.
Informasi terkait waktu dan lokasi penukaran diumumkan melalui kanal resmi Bank Indonesia.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen perkuat sinergi kebijakan jaga stabilitas ekonomi
