Serang, Banten (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menekankan berbagai upaya pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan pembenahan tata kelola pemerintahan dalam satu tahun jabatannya, sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui gerakan mahasiswa.
Dalam dialog terbuka bersama Aliansi BEM Banten di KP3B Kota Serang, Jumat, Andra menyatakan bahwa kritik mahasiswa merupakan "vitamin" bagi pemerintah untuk terus melakukan upaya perbaikan di sisa masa jabatannya.
"Apa yang saya kerjakan hari ini adalah apa yang diharapkan oleh masyarakat dan disampaikan oleh mahasiswa. Mulai dari masalah jalan rusak, akses sekolah yang sulit, hingga praktik pungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja," ujar Andra.
Baca juga: Gubernur Andra Soni instruksikan OPD kooperatif pertahankan opini WTP
Terkait keluhan mengenai infrastruktur, ia menyoroti upaya pembangunan jalan di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Meski memiliki keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Banten tetap mengambil langkah untuk membantu pembangunan jalan desa yang secara administratif merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
"Provinsi mencoba untuk ikut serta membangun jalan-jalan desa. Sebenarnya ini tanggung jawab bupati, tapi kalau tidak kita laksanakan, yang rugi adalah masyarakat Banten juga. Ini adalah upaya kita agar manfaat pembangunan dirasakan merata," tuturnya.
Di sektor lingkungan dan penanggulangan bencana, Andra memaparkan upaya penanganan banjir di Cilegon yang kian memprihatinkan.
Baca juga: Gubernur tekankan akuntabilitas OPD dan percepatan layanan di Banten
Menurutnya, koordinasi dengan Kapolda Banten telah dilakukan untuk menutup aktivitas tambang ilegal yang menjadi salah satu pemicu banjir.
"Penyebabnya ada tambang ilegal, itu sudah kita tutup dibantu Pak Kapolda. Selanjutnya adalah upaya menindaklanjuti pabrik-pabrik yang berdiri di sempadan sungai. Saya butuh dukungan mahasiswa untuk terus mengkritisi hal ini," tegasnya.
Andra juga berkomitmen meningkatkan transparansi pembangunan dengan mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam proses perencanaan daerah. Ia berencana mengundang perwakilan mahasiswa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pada April mendatang.
"Saya ingin mahasiswa bukan hanya kritis di jalan, tapi juga ikut serta dalam proses perencanaan. Ini adalah upaya edukasi demokrasi sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan akuntabel," tuturnya.
Menutup dialog tersebut, Andra meminta doa dari masyarakat agar tetap konsisten dalam upaya menjalankan mandat tanpa terjebak dalam praktik korupsi.
"Doakan saya sehat, dan yang paling pasti, doakan saya tidak korupsi. Banten masih memerlukan mahasiswa yang kritis dan peduli kepada rakyat," kata dia.
Baca juga: Gubernur Andra Soni instruksikan jajaran tangani anak putus sekolah
Pewarta: Devi Nindy Sari RamadhanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026