Tangerang (ANTARA) - Sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang dari hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Banten melalui UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan Pemkot Tangerang bersama masyarakat melalui program bebersih kali.
"Aksi bebersih di Kali Sabi tadi kita bagi segmen dengan UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci, Alhamdulillah 39,7 ton sampah berhasil dibersihkan," kata Ketua Banksasuci Foundation Ade Yunus di Tangerang, Sabtu.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kolaborasi ini sebagai aksi mitigasi bencana hidrometeorologi. Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir dan salah satunya gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk kesadaran bersama
"Pencegahan bencana hidrometeorologi adalah tanggung jawab bersama," kata Gubernur Andra.
Baca juga: Banten dan DKI perkuat kolaborasi tangani banjir dan sampah
Andra menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya mengurangi risiko bencana banjir salah satunya adalah normalisasi daerah aliran sungai (DAS) termasuk situ dan waduk.
"Pemerintah Provinsi Banten terus berikhtiar melakukan mitigasi bencana Banjir dengan melakukan normalisasi sungai dan situ," sambungnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan upaya mitigasi bencana butuh kolaborasi Pentahelix. Pemerintah tidak bisa sendirian dalam mitigasi bencana banjir, perlu upaya bersama kolaborasi Pentahelix yang melibatkan seluruh stakeholders terkait salah satunya adalah komunitas atau masyarakat.
Untuk itu, Sachrudin mengapresiasi gerakkan Bebersih Kali yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation bersama UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan DPUPR Kota Tangerang.
"Gerakkan Bebersih kali harus terus digalakkan, tentu kami Apresiasi inisiasi Banksasuci yang secara rutin melakukan aksi bersih-bersih kali," ujarnya.
Baca juga: Sejumlah daerah di Banten ajukan bangun fasilitas PSEL mandiri
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.