Tangerang (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menguji kesigapan personel dalam menghadapi gangguan sistem layanan di area pemeriksaan keimigrasian di bandar udara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana di Tangerang, Selasa menyampaikan bahwa pengujian kesiapsiagaan layanan ini dilakukan sebagai menindaklanjuti penerapan aplikasi All Indonesia yang mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan dan integrasi layanan lintas instansi di bandara.
"Untuk memastikan keberlanjutan kualitas layanan, kami melaksanakan simulasi di area kedatangan dan keberangkatan Terminal 3 Internasional. Kegiatan ini menindaklanjuti implementasi SOPAP Nomor WIM.10.1IMI OT.02.02 14620 Tahun 2025 tanggal 20 Oktober 2025," ujarnya.
Baca juga: IMIPAS BERDAYA gencar disosialisasikan guna lindungi Desa Binaan dari TPPO
Ia mengatakan, untuk tahapan pengujian ini difokuskan pada ketepatan pelaporan berjenjang dan keputusan operasional agar arus penumpang tetap lancar ketika sistem tidak berfungsi. Sementara, skema mitigasi yang diuji adalah menunggu pemulihan selama waktu yang telah ditentukan.
"Jika gangguan berlanjut, Kepala Seksi melapor kepada Kepala Bidang, diteruskan kepada Kepala Kantor, lalu dimintakan persetujuan pemeriksaan manual kepada Direktur Sistem Teknologi Informasi Keimigrasian dan Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi," ujarnya.
Galih menyatakan bahwa standar kesiapsiagaan harus terukur dan dapat dieksekusi di lapangan guna penanganan kendala yang terjadi nantinya dapat tertangani dengan aman sesuai prosedur.
"Simulasi memastikan layanan tidak berhenti ketika gangguan terjadi. Batas lima belas menit adalah garis tegas. Jika sistem belum pulih, alur pelaporan wajib berjalan, keputusan manual diambil secara terkoordinasi, dan integritas pemeriksaan tidak boleh dikompromikan," tuturnya.
Baca juga: Imigrasi Bandara Soetta uji coba corridor gate layanan tanpa hambatan
Dia menambahkan, selama kendala terjadi pada sistem layanan keimigrasian, maka jajarannya akan memastikan tingkat keamanan dan pengawasan penumpang tetap bisa dilakukan secara terkendali.
"Tingkat kesalahan input kami jaga mendekati nol melalui verifikasi dua tingkat. Tidak ada penumpang yang lolos pemeriksaan karena alasan gangguan. Semua langkah terekam, dapat diaudit, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.
Imigrasi Soekarno-Hatta menyampaikan pesan kepastian layanan kepada masyarakat dan berharap seluruh pemangku kepentingan di bandar udara menjaga disiplin prosedur, memperkuat komunikasi, serta mendukung pemulihan sistem yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi, lanjutnya, akan meningkatkan dan menjaga pelayanan keimigrasian di Bandara Soekarno-Hatta yang semakin tangguh, aman, tertib, dan akuntabel.
"Mitigasi tidak bisa bekerja hanya sendiri, kami sinkronkan koordinasi petugas, kanal informasi, dan dukungan teknis lintas instansi agar keputusan manual tetap sah, aman, dan cepat. Hasil hari ini menjadi dasar dari berkala, pembaruan modul pelatihan, dan penyiapan perangkat cadangan di titik rawan," kata dia.
Baca juga: Imigrasi cetak rekor PNBP Rp8,3 triliun, capaian signifikan satu tahun
