Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, optimistis benih varietas Inpari 32 dapat merealisasikan program swasembada pangan mengingat tingkat produktivitas cukup tinggi hingga mencapai 6,5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.
"Kita mengapresiasi kelompok petani di daerah itu, sebagian besar tanam benih varietas Inpari 32," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Ade Fathony di Lebak, Senin.
Persediaan benih varietas Inpari 32 melimpah, sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasaran untuk melaksanakan percepatan tanam bulan September hingga Desember 2025.
Bahkan, menurut dia, saat ini pemerintah pusat dan provinsi juga sedang giat menyalurkan bantuan benih varietas Inpari 32 kepada kelompok-kelompok tani di Kabupaten Lebak.
Baca juga: Babi hutan rusak tanaman di kebun sejumlah warga Lebak
Produktivitas Inpari 32 cukup tinggi hingga rata-rata 6,5 ton GKP per hektare, sehingga sangat merealisasikan untuk mewujudkan program swasembada pangan nasional.
Selain itu juga benih varietas Inpari 32 lebih pendek dengan masa tanam 110 bisa dipanen juga memiliki keunggulan dengan tahan terhadap serangan hama maupun organisme penyakit tanaman (OPT).
Begitu pula kualitas beras Inpari 32 lebih unggul, karena rasanya pulen, beraroma dan memiliki kandungan gizi cukup besar.
Benih varietas Inpari 32 secara ekonomi cukup menguntungkan dengan harga GKP menembus Rp7.000 per kilogram atau di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.
"Dengan harga GKP sebesar Rp7.000 per kg, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani," katanya menjelaskan.
Baca juga: Cegah stunting, Pemkab Lebak ajak warga tak nikahkan anak usia dini
Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka para kelompok tani di Kabupaten Lebak melakukan percepatan tanam menggunakan benih varietas Inpari 32.
Selain itu juga kelompok tani yang mengembangkan pertanian gogo atau huma menggunakan benih varietas Situbagendit, karena produktivitasnya bisa mencapai 5 ton GKP per hektare.
Pemerintah Kabupaten Lebak, kata Ade, berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan menggunakan benih Inpari 32 dan Situbagendit.
Pemkab juga memproduksi penangkaran benih Inpari 32 di lahan lima hektare dan bisa menghasilkan 13-14 ton, ujar dia.
Baca juga: Warga Lebak diminta waspadai bencana alam
Produksi benih varietas Inpari 32 itu, kata dia, dijual pada kelompok tani maupun petani mandiri guna menggenjot produksi dan peningkatan ekonomi petani.
"Kita hingga kini masih kekurangan benih varietas unggul dengan lahan penangkaran benih seluas lima hektare dengan produksi gabah 30 ton per tahun," katanya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan petani di sini juga mendapatkan bantuan benih varietas Inpari 32 dari pemerintah pusat guna mendukung program swasembada pangan.
Areal penanaman seluas 150 hektare dipastikan setiap percepatan tanam selalu menggunakan benih Inpari 32, karena memiliki kualitas dan tahan terhadap serangan hama.
"Kami bersama anggota petani di sini jika musim tanam terpenuhi ketersediaan benih varietas Inpari 32," katanya.
Baca juga: Perkuat keamanan warga, Pemkot Serang siap aktifkan kembali siskamling
