Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten menyampaikan keluhan pedagang Pasar Anyar Tangerang kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten terkait kerusakan bangunan dan fasilitas lainnya.
"Kami sudah sampaikan langsung kepada BPPW agar segera melakukan perbaikan teknis terhadap kebocoran dan persoalan lainnya yang menjadi keluhan para pedagang,” kata Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meninjau Pasar Anyar di Tangerang, Kamis.
Wali Kota Sachrudin mengatakan Pasar Anyar saat ini masih dalam masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor rekanan BPPW.
Dari hasil inventarisir yang dilakukan, ada sejumlah hal yang harus ditindaklanjuti diantaranya genangan air saat hujan deras, sistem pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan serta beberapa area parkir yang belum optimal fungsinya.
"Khususnya terkait kerusakan bangunan dan infrastruktur penunjang di area pasar," katanya menambahkan.
Baca juga: Aktifitas jual beli di Pasar Anyar Tangerang mulai jalan
Langkah evaluasi ini, kata Sachrudin, merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam mengoptimalkan fungsi Pasar Anyar sebagai salah satu pusat perekonomian, sekaligus sebagai ruang publik yang representatif dan ramah bagi semua kalangan.
Sejak dilakukan serah terima operasional, Pemkot telah melakukan beberapa kali penertiban untuk memastikan pedagang dapat menempati zona-zona yang telah ditentukan. "Penataan ini dilakukan demi menciptakan keteraturan serta menghindari kepadatan yang tidak perlu," katanya.
Mardanita, salah satu pedagang di Pasar Anyar mengatakan plafon di pasar yang baru saja beroperasi tersebut mengalami kebocoran dan berharap segera mendapatkan perbaikan.
"Kemarin tuh toko-toko plafonnya bocor, kalau airnya turun masuk ke toko-toko orang, mohon perhatian bapak," kata dia.
Baca juga: 60 persen kios di Pasar Anyar Tangerang terisi barang
